Jalur Pantura (Mudik sebuah Tradisi)

Sebentar lagi lebaran, begitu hampir semua orang mengingatnya. Bagaimana tidak, semua energy di kerahkan buatnya. Itung-itung waktu, biaya, tenaga dan semua tercurah hanya untuk satu kegiatan yaitu MUDIK. Setiap ketemu teman kantor, tidak ada pertanyaan lain kecuali kapan mulai cuti, tanggal berapa mudik dan gimana persiapan mudiknya. Begitu juga Saudara di kampung (setelah di Jakarta mengatakan daerahnya menjadi kampung….. hmmm ???) sudah mulai sering telepon menanyakan kapan pulangnya, naik apa, juga tolong bawakan oleh-oleh ini dan itu.

Yang belum punya tiket buru-buru ngantri untuk mendapatkannya, yang mau mudik pakai motor buru-buru menyervis motornya biar enggak ngadat di jalan, dan yang mau pulang bawa mobil tapi gak punya pun buru-buru cari pinjeman.

Kadang risi bahkan malu mungkin, tapi asyik karena ada sesuatu yang menggelitik. Karena kita sibuk mempersiapkan dan melestarikan sebuah tradisi yang disebut MUDIK tapi justru kita kadang lupa “MUDIK YANG SEBENARNYA” yaitu mudik untuk menghadap Penguasa Segala Kehidupan ini….>>> Allah SWT.

Terus untuk mudik yang satu ini kita sudah persiapan Apa ????

(gambar diambil dari handaru.light17.com)

Iklan

11 tanggapan untuk “Jalur Pantura (Mudik sebuah Tradisi)

  1. kata kampung bukan konotasi buruk, cuman sebutan kampung halaman yang ngangenin ituh aja siy *ebong masih nyebut dengan pulang ke rumah* hehehe
    Lagian…bisa pulang cuman kalo libur panjang, jadi wajib mudik menjalin tali silaturahim
    countdown:3 hari lagi hehehehe

  2. iya neeh benTar la9ee mudiikk…!
    hassyeekkk..ketemu ibuu..;)

    klu mudik yan9 ituh,ya berusaha untuk tetap istiqomah d9 ajaran2nya[ nda sah deatil yakh nyebutinnya] semo9a bisa mudik d9 lanCar j9a saat berpulan9 kepaNYA amiin..
    ~makasih sdua sin99ah diharumhutan~

  3. kalo memang orang rantau..maksudnya di mana orangtua dan semua sanak saudara masih ada di kampung halaman..rasanya agak susah untuk tidak mudik..pasti ada rasa rindu yang membuncah. Asalkan saja mudik ini tidak di jadikan paksaan..maksudnya kalo memang mampu dan tidak menyusahkan diri sendiri atau orang lain..ya silahkan..cuma kalo pake acara minjem sana sini..cuma buat di sananya pamer “ini loo aku berhasil di kota”..kok kayaknya gak guna ya…but eniwei…met mudik..dan ati ati di jalan buat semua yang pulang kampung 🙂

  4. Foto kereta apinya keren pak! Menggambarkan kondisi Realita di Indonesia penuh sesak dan desak. Kalau mau mudik jangan pada nekad deh…nyawa itu cuman satu. jangan di taruhkan …apalagi dengan menggunakan speda motor dari Jakarta ke Jawa bonceng anak 3 orang…beuuuuuh ngeri banget.
    Jadi kapan berangkat Mudiknya Pak?

  5. om, sebenarnya aku pengin nunut mudik lho…..
    pengin njajal mobilnya…… he he
    tapi gimana ya, aku kan udah di kudus
    nggak jadi deh…
    salam ya buat muti, thufail, dan saudara-saudaranya

  6. hmmmm,,,,renungan yang menyejukkan di siang hari. benar juga ya, apakah esensi dari mudik untuk menjadi lebih dekat dengan Sang Pencipta telah kita lakukan? ah, semoga kita senantiasa menjadi insannya yang mawas diri. semoga hari ini indah kak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s