Beranda » Artikel » Pembelajaran Demokrasi di Sekolah

Pembelajaran Demokrasi di Sekolah

Halaman

Arsip

Jejak Langkah

  • 54,711 tapak

Apa yang sudah kita ajarkan tentang DEMOKRASI pada anak2 kita. Mungkin kita (saya aja kali..!!!) tidak pernah terfikirkan untuk melakukan itu. Padahal sesuatu yang penting bagi mereka, karena merekalah generasi masa depan, generasi pemimpin, generasi pengelola demokrasi negeri ini.Sehingga untuk kesekian kali saya begitu angkat jempol dengan sebuah “sekolah” yang mengajarkan tentang demokrasi kepada siswanya, yang saya baca di blog sekolah (http://sekolahalamarridho.wordpress.com) dengan judul PRESIDEN dan PRESIDEN

Ada beberapa runtutan proses yang di lakukan sebagaimana meniru proses pemilu dan pilkada :

1. Seperti layaknya memilih Presiden, dibentuk sebuah lembaga pemilihan mirip KPU. KPU ala siswa ini diisi oleh anak-anak kelas IX, ada ketua dan sekertarisnya serta Penasehatnya (dari GURU sekolah).

2. Dibentuk pedoman Pilpres Siswa. : 1) Tahap-tahapan Pemilu, dan 2). Kriteria Presiden dan Wapres Siswa.

(Untuk kriteria, paling tidak seorang calon Presiden Siswa harus memnuhi kriteria sebagai berikut : 1). Murid kelas VII atau VIII, 2) hafal minimal 1/2 jus AlQuran, dan 3) Telah sampai pada Buku 2 Qiroaty untuk Bacaan Quran.)

3. Diadakan pemilihan awal, KPU siswa ini juga telah berhasil menyaring 4 paket kandidat Capres dan cawapres.

4. Dijadwalkan kampanye untuk para kandidat yang akan diselenggarakan pada 8 September 2008. Dan Hari-H Pencoblosannya, insyallah pada Senin, 15 September 2008.

5. Dijadwalkan sosialisasi sekaligus sebagai bahan kertas suara pemilihan nanti.

(Semua antusias dan bersemangat. Siapa calon yang terpilih memang penting, tapi lebih penting lagi adalah proses atau pengalaman yang mereka dapatkan selama terlibat dalam Pilpres Siswa ini. Bersuara dalam rapat, menjurnal hasil rapat, masuk ke kelas-kelas dan mensosialisakan hasilnya, menggunaan perangkat TIK untuk membuat iklan Pilpres, termasuk bagaimana caranya berkampanye atau meyakinkan para voters, adalah pengalaman berharga buat para siswa).

6. Dibentuk dari beberapa person KPU secara nonkelembagaan, akan mengadakan polling capres favorit via sms. Bagi calon terfavorit, akan dihadiahi sebuah Flashdisk 1Gb.

(Dari pendidikan politik ala sekolah ini, paling tidak bagi siswa pada umumnya, mereka ‘dilatih’ untuk mempertanggungjawabkan suara yang diberikannya. Kepada siapa suara diberikan? Dan untuk alasan apa? Itu adalah pertanyaan yang sama yang harus dijawab, tidak saja oleh siswa tapi juga oleh seluruh voters, termasuk nanti publik di Pilpres 2009)

Postingan asli dapat di buka di : http://sekolahalamarridho.wordpress.com/2008/09/04/presiden-dan-presiden/ dan kita tunggu hasilnya nanti.


39 Komentar

  1. Arsyad Salam mengatakan:

    Saloet boeat itoe sekolah jang bikin kegiatan sematjam ini. Tapi djanganlah poela fikiran anak-anak kita ditjekoki dengan tjara-tjara politik orang-orang negerinja jang selaloe tak bisa terima perbedaan antara satoe orang dengan jang lainnja..
    Salam sadja dari saja :)

  2. Rindu mengatakan:

    Saya inign menjadi guru …. ingin sekali menjadi guru.

    *comment gak fokus*

  3. falla mengatakan:

    waduhhh pak kalo bahas KPU terus terang udah dari tahun 2003 saya tak pernah nyoblos lagi…
    sungguh penduduk yang ga patut di tiru..😀

  4. kishandono mengatakan:

    Kalo tatacara pemilihan osis bukannya sudah demokratis ya? tanpa adanya KPU tentu saja.

  5. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    gagasan yang bagus dan visioer, pak. memang sudah saatnya anak2 diperkenalkan nilai2 demokrasi secara benar sejak dini agar mereka bisa belajar bagaimana cara menghargai perbedaan pendapat. tentu saja, praktik pembelajarannya tdk bersifat teoritis, apalagi indoktrinatif, tapi bener2 dihadapkan pada praktik demokrasi seperti yang mereka lihat dalam konteks kehidupan sehari2. contoh yang dipaparkan pak imam bisa menjadi salah satu modelnya. salut banget dg idenya, pak.

  6. marsudiyanto mengatakan:

    Kadang “demokrasi”, “kejujuran”, dan perilaku baik lainnya cuma terpajang rapi di “teori” saja.
    Di sekolah, di salah satu Mata Pelajaran (TIK) ada topik tentang HAKI, tapi sarana yang dipakai semua “bajakan”.
    Bagaimana kalau seperti itu Mas Imam…
    Susah kan…
    Kalau tidak bajakan, mana mampu sekolah beli software legal?.
    Wong komputernya Polsek aja softwarenya tidak yang original je…

  7. Andy MSE mengatakan:

    Demokrasi harus membawa nilai tertentu. misalnya sekampung setuju bahwa judi dan minum arak tidak melanggar hukum, bukan berarti judi dan minum arak itu baik, walaupun secara demokrasi sudah benar.
    Oh ya, itu para murid jangan diajari ngakali pengadaan kotak suara ya pak! Hehehe

  8. limpo50 mengatakan:

    saya termasuk tak pernah melihat gunanya KPU, sebab tidak ada pelanggaran yang menjerakan peserta pemilu. Maka melanggarlah mereka apapun macamnya berapa kalipun dan dimanapun. TOH yang melanggar bisa menang juga.
    Demokrasi di sekolah juga payah… Guru yang perlu dibenahi duluan untuk bisa DEMOKRASI.
    Salam

  9. Achmad Sholeh mengatakan:

    Sebuah pendidikan yang bagus untuk sebuah demokrasi, dengan pendidikan sejak di sekolah saya yakin siswa nantinya akan lebih matang dalam berdemokrasi kelak, semoga bisa di contoh oleh sekolah-sekolah yang lain di Negeri ini

  10. gadis rantau mengatakan:

    nah itu dia cara yg paling bagus. setuju…setuju…

  11. mantan kyai mengatakan:

    wah salut salut …. very very good idea *plok plok plok* *kok saya jadi overacting gini yah* hehehe

  12. rus mengatakan:

    assalamualaikum…
    syukran ya abahnya Thufail,dah mampir n ngisi koment n shoutboxq…
    kalo liat2 nih blog, kyknya bapak nih pecinta sekolah rakyat yaa…eee sotau aja…hehe kalo gak salah, aku jg aksrang kepengen ngajar di kampung trus suasananya kyk di gmbar yg di postingan bawah itue…jd rindu ama kampung nee..hehe…
    oyah…demokrasi…. kata yg plinplan bg saya…konsepnya lain, aplikasinya lain… jargon gede2nya lain, yg mintanya lain, amerika ktanya jagoannya, surganya, nyatanya dia sendiri ngamuk di kandang orang, hehee… dasar konsep sekuler yah…
    bagusnya elaborasi nilai2 islam aja…ga usah pada latah2 niru mentah2 ke barat…perkuat tradisi, lalu oksidentalisme…

    met berpuasa ya… moga tetap kreatif n semangat ….

  13. ario saja mengatakan:

    andai saja syarat2 PILPRES siswa diterapkan di kehidupan nyata, tentu gak ada korupsi, kezoliman publik.

  14. ahsinmuslim mengatakan:

    intinya, pembelajaran demokrasi perlu ditanamkan sejak dini khan pak Iman? sebagaimana islam perlu dikenalkan kepada anak sejak ia masih kecil.
    semoga generasi penerus nantinya benar-benar paham arti demokrasi dan tidak menyalahgunakan sistem demokrasi yang telah diamanahkan sebagai tameng tuk bertindak yang tidak sesuai dengan nilai moral bangsa dan agama.

  15. ariefdj™ mengatakan:

    ..he he.. dan ketika anak2 dewasa, diharapkan mereka dapat memahami apa yg namanya konflik kepentingan dan kompromi dalam suatu proses politik..

  16. mikekono mengatakan:

    betul, perlu pembelajaran demokrasi di sekolah
    agar generasi muda terbiasa berbeda pendapat
    secara konstruktif, sebab beda pendapat itu kan rahmat

  17. Singal mengatakan:

    Syarat caleg apa ya pak? hehehe

  18. gus mengatakan:

    syarat agar uang modal kampanye segera kembali menopo Nggih pak Guru?

  19. insansains mengatakan:

    ^_^ Wah..menarik juga tuh konsep (eh.. contoh) yang diberikan.

  20. Catatan Kecik mengatakan:

    Kelihatannya bagus konsepnya…tapi Pakde ane dah 5 kali ikut ceramah romadhon katanya dalam islam tidak dikenal adanya Demokrasi. Dalam islam hanya mengenal Musyawarah…Bagaimana ini???

    Jadi mohon penerangan juga Pakde…

  21. neorhazes mengatakan:

    wah bapak’e thufeil,
    kebetulan saya anak 81, dan 81 juga termasuk SMA yang demokrasinya jalan…
    tapi, masih ada salah2nya, masa suara guru pas pemilihan KETUA OSIS dihitung dua suara, ga bisa dong!
    nah, saya juga buat postingan tentang PEMILU di SMAN 81..
    http://catetanlaen.wordpress.com/2008/08/15/pemilos-2008-sman-81/ – monggo diliat, makasih pak udah nyempetin, kalo bapak mau, di trackback saja ^^

  22. yodama mengatakan:

    Persyaratan capres siswanya KEREN euy. Semoga yg menjadi presiden siswanya, adalah pemimpin siswa yg cakap, amanah, jujur.

  23. satya sembiring mengatakan:

    bersama kita majukan pendidikan
    mengajar anak sekoalah memang rada sulit. apalagi jenjang sd-sma. kita juga harus bisa mengerti kepribadian masing masing anak sehingga dapat mengajar dengan tepat dan mengena.
    salam kenal

  24. achoey sang khilaf mengatakan:

    menanamkan pembelajaran sejak dini
    agar tak mencedrai nilai demokrasi kelak:)

  25. catatanmuslim mengatakan:

    demokrasi….??????? pelajaran untuk menerimerima perbedaan, belajar menang ato kalah, dan semoga ga belajar cara lobi-lobi atas nama demokrasi

  26. afwan auliyar mengatakan:

    wah…. asik keknya tuch ….

    tp… biasanya klo mash kecil itu mash bersih & jujur …. ya nggak !?!?

  27. Hellen mengatakan:

    wah, kayak acara Republik Mimpi ala siswa ya….
    Bagus juga tuh, jadi bukan hanya demokrasi yang diajarkan tapi secara tidak langsung mengajarkan mereka untuk bisa tampil dan berbicara…
    mudah2an yang benar yang ditanamkan sehingga tidak membuat salah pemahaman:)

  28. bayu200687 mengatakan:

    pola pembelajaran yang bagus. hanya saja saya masih merasa ada yang salah dengan pola demokrasi di negeri ini. so, akhirnya saya pesimis, sebenarnya apa yg akan kita ajarkan?
    seandainya model demokraasi di negara ini berupa pemilihan presiden seperti itu, dengan kriteria yg ketat dan adil, baik secara horiontal maupun vertikal, mungkin negeri ini akan sembuh…
    sayang, di negeri ini tak demikian adanya. padahal ada ujar2 yg mengatakan ‘pemimpin mencerminkan rakyatnya’

  29. trendy mengatakan:

    boleh juga tuh…
    saya rasa ide yang baik jangan di kampus aja yang ada kayak gitu!
    wkeekekekek

  30. cah sholihah mengatakan:

    Wah pak sangat sulit terapkan pendidikan politik di kalangan siswa. Krn mereka sudah tercekoki duluan rasa tidak percaya pada pemerintah lagi. hehehe

  31. Rindu mengatakan:

    belum nulis lagi yah …

  32. kucingkeren mengatakan:

    pembelajaran kan bisa sambil makan bakso juga ya pak? pelajaran demokrasi, misalnya biar anak2 memilih bakso jenis apa yg mereka suka. hehe

  33. mastal mengatakan:

    itu memang mesti digalakan yeeeeaaahhhh

    pis ahh

  34. astridsavitri mengatakan:

    menarik banget!

    paling enggak generasi berikut mengerti bagaimana seharusnya demokrasi, meski susah menerapkannya…

    makasih sdh mampir blog saya yg kayak laut itu, hehe…saya sendiri hampir tenggelam di dlmnya:)

  35. hakimaza mengatakan:

    Syarat menjadi Presiden RI:
    1. Muslim
    2. Laki-laki tulen
    3. Sehat jasmani, ruhani dan fikri
    4. Hafal al Qur’an minimal 2 juz
    5. Hafal hadits arbain
    6. Baca al Qur’annya bagus
    7. Tdk pernah mencontek ketika sekolah
    8. Tdk pernah mencuri mangga, kelereng, atau apapun

  36. Nin mengatakan:

    Ini yang bagus….
    Mengajarkan politik sejak di bangku sekolah…
    Ada jug ayang menganggap salah kalo kita mengajarkan politik pada mereka… makanya sekarang banyak wakil rakyat yang gak paham poltik…..Kacau kan…

  37. HeLL-dA mengatakan:

    Hmmm..
    Kalau di sekolah saya dulu tidak ada yg beginian.
    Ya, cuman pemilihan ketua kelas dan ketua OSIS, pemilihan ketua OSIS pun tidak melibatkan semua siswa namun hanya yg di dalam keanggotan OSIS…

  38. Muda Bentara mengatakan:

    Tentang demokrasi ini , saya kurang tidak setuju saja, saya rasa nilai nilai syariat itu lebih sangat penting dan tentunya wajib dibanding dengan demokrasi ..

    *pendapat saya*

  39. Chanty Chartychachary, S.Pd mengatakan:

    sippp… sekolah kami SMAN 1 KTW LM (di KAL-TENG)juga sudah menerapkan salah satu bentuk pembelajaran demokrasi, yakni pemilihan umum ketua & wakil osis secara jujur, adil, transparan. antusias warga sekolah sangat besar mulai dari kampanye masing” kandidat dari brosur dan orasi langsung berdasarkan waktu yang telah dijadwalkan, pemungutan suara, penghitungan suara sampai kepada pelantikan yang disertai dengan acara adat “tempung tawar” seluruh warga sekolah. trim’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: