Beranda » Artikel » Investasi Pendidikan Anak

Investasi Pendidikan Anak

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,949 tapak

PENDIDIKAN ANAK:
BETULKAH SEBUAH INVESTASI?

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 842/XVI

Tak terasa, kini kita sudah mendekati tahun ajaran baru. Tidak bisa dipungkiri bahwa dari tahun ketahun biaya pendidikan semakin mahal. Entah biaya pendidikan di universitas maupun di SD s/d SMU. Jangankan SD s/d SMU, orangtua keponakan saya yang tahun ini masuk TK pun harus merogoh uang yang cukup banyak untuk hanya membayar uang pangkal.

Menariknya, ketika berbicara tentang biaya pendidikan, banyak yang menganggap bahwa pendidikan adalah sebuah investasi. Lho, investasi apa? Ya, investasi. Harapannya, uang yang mereka keluarkan untuk biaya pendidikan si anak kelak akan kembali.

Sekarang, bagaimana dengan Anda? Kalau saat ini Anda adalah orangtua yang sedang berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak Anda, apakah Anda sendiri juga menganggap bahwa Anda sedang melakukan investasi untuk anak Anda?

Arti Investasi
Apa sih arti investasi itu sendiri? Saya terus terang sering membaca buku-buku keuangan yang luar biasa rumit pembahasannya. Di situ sering diceritakan bahwa investasi adalah begini atau investasi adalah begitu. Tapi sejujurnya, arti investasi buat saya adalah tindakan yang Anda lakukan untuk memperbesar nilai aset yang Anda punya. Contohnya nih, Anda punya uang tunai sebesar Rp 10 juta. Nah, Anda ingin menjadikan Rp 10 juta tersebut menjadi Rp 15 juta dalam waktu 1 tahun. Apa yang akan Anda lakukan? Mungkin memasukkannya ke sejumlah produk investasi. Atau, beberapa orang ada juga yang menggunakan uang Rp 10 juta tersebut menjadi modal usaha. Prinsipnya, diharapkan Anda akan mendapatkan untung Rp 5 juta dari Rp 10 juta tersebut, entah itu dari bunga atau dari pertumbuhan nilai aset itu sendiri.

Perlu diingat bahwa aset itu tidak hanya uang tunai lho. Rumah itu juga aset. Misalnya, Anda punya rumah senilai Rp 100 juta (bangunan + tanah). Anda ingin agar dalam setahun rumah tersebut bisa bernilai Rp 140 juta. Nah, apa yang Anda lakukan agar rumah tersebut tumbuh nilainya adalah sebuah tindakan berinvestasi. Misalnya dengan menambah taman disekililingnya, melakukan renovasi-renovasi kecil, dan lain sebagainya.

Hubungannya dengan Pembayaran Biaya Pendidikan Anak Anda
Lalu, apa hubungannya dengan biaya yang selalu Anda bayarkan setiap tahunnya untuk pendidikan anak Anda? Tergantung bagaimana Anda memandangnya. Apakah Anda berharap dengan membiayai pendidikan anak, kelak biaya hidup Anda akan ditanggung si anak? Anda harus menyadari bahwa pembiayaan pendidikan yang Anda lakukan untuk anak seharusnya memang sudah menjadi konsekuensi Anda sebagai orang tua. Ya kan?

Saran saya, jangan pernah membiayai pendidikan anak tetapi berharap bahwa suatu saat kelak si anak akan memberikan imbalan langsung kepada Anda. Entah anak Anda akan memberikan uang atau membiayai hidup Anda. Sekali-sekali jangan sampai itu terlintas di pikiran Anda, karena ­ sekali lagi ­ pembiayaan pendidikan yang Anda lakukan adalah sebuah kewajiban yang harus Anda lakukan, tanpa Anda perlu berpamrih apa-apa.

Tapi, menurut saya, pendidikan anak sebetulnya tetaplah sebuah investasi. Hasil dari pembiayaan pendidikan yang dilakukan orang tua nantinya akan lebih banyak dinikmati oleh si anak itu sendiri, bukan oleh si orang tua.

Sebagai contoh, bila orangtua membayari pendidikan anaknya, si orang tua boleh berharap bahwa mudah-mudahan saja dengan pendidikannya si anak bisa menjalani kehidupannya sehari-hari dengan baik nantinya ketika kelak ia dewasa. Atau, dengan pendidikan yang baik, diharapkan si anak bisa lebih pandai dalam berpikir, bertindak dan berkomunikasi.

Nah, apabila hasil investasi itu telah dinikmati oleh si anak, maka barulah ­ secara tidak langsung ­ keluarganya juga akan ikut terangkat derajat dan martabatnya. Ya, siapa sih yang tidak bangga bila si anak bisa menyelesaikan pendidikannya dan bisa jadi ‘orang’ serta punya peran di masyarakat? Siapapun pasti bangga. Ya kan?

Jadi, pantaslah bila dikatakan bahwa dengan Anda membayari pendidikan anak Anda, Anda sebetulnya telah melakukan investasi. Bukan investasi yang menghasilkan uang untuk keluarga, tapi investasi untuk menjadikan hidup anak Anda lebih baik, sehingga nantinya itu juga akan mengangkat derajat dan martabat Anda sebagai orang tuanya. Persiapkan biaya pendidikan anak Anda dengan baik sehingga Anda akan selalu punya cukup uang untuk membayari pendidikan anak Anda.
Salam.

Sumber :

http://www.perencanakeuangan.com/files/InvestasiPendidikanAnak.html


7 Komentar

  1. trendy mengatakan:

    saya kalau udah punya anak nanti pendidikannya mau tak asuransiin aja!
    wekekkeke!

  2. bapakethufail mengatakan:

    aku ngikut mas trendy aja ah…. ngasuransikan anak. Tapi kalau untu makan aja susah gimana mas ?????

  3. abiehakim mengatakan:

    Dan orantuapun memberikan contoh baik ! betul Pak Thufail?

  4. ahsinmuslim mengatakan:

    Anggaran pendidikan 20% semoga segera terealisasi. Sehingga mendorong pendidikan menjadi lebih baik. Insyaallah..

  5. limpo50 mengatakan:

    Kita ini yang MISKIN Pak., Maka semua terasa mahaaaalll.
    Tidak perlu rasanya memperdebatkan apakah kita menggunakan kata INVESTASI ata bukan. Rasanya kalau maunya mendidik anak, diperlukan benar-benar DUKUNGAN KUUAAT orang tua, yang dapat menjadikan anak itu kelak mampu berbuat sekuat-kuat apa yang dapat ia lakukan.
    Anggaran pendidikan dalam rumah tangga yang butuh banyak, karena semua …itu tadi…. maaahaal.
    Untuk hidup layak di kekinian nampaknya MAHAL SEKALI.
    Inikah faktor penyebab lain kekacauan ???? Soalnya negara ini kacau sekali … jarang kita bisa menjumpai kejadian yang tidak MINOR…

    Salam

  6. 1001link mengatakan:

    investasi pendidikan bwt anak ga cuman di ambil “keuntungan” ketika dia dah selesai dan berprestasi. keuntungannya ya itu tadi…kita dah menyelesaikan kewajiban sbg orang tua dlm hal mendidik anak agar kelak kita tidak di tuntut begini…ya robbi saya sbg anak protes karena dulu bpk/ibu ga ngasih pendidikan ke saya hingga saya jadi bodoh seperti ini di dunia…..he he…gt kira2 ilustrasinya.

  7. andreas iswinarto mengatakan:

    Buku dan Film Laskar Pelangi menghentak khalayak, menggugah para guru, menginspirasi jutaan pembaca, menghardik dunia pendidikan di negeri ini. Asrori S. Karni menyebutnya The Phenomenon.

    Buku Anak-anak Membangun Kesadaran Kritis barangkali dapat melengkapi gambaran tentang bagaimana anak bila diberikan perlakuan yang tepat (memberikan hati seperti dilakukan bu Muslimah) dan kesempatan untuk berpartisipasi maka anak-anak dapat menjadi subyek/pelaku perubahan sosial yang luar biasa.

    Salam hangat dan silah kunjung
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/buku-online-gratis-anak-anak-membangun.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: