Beranda » Ketika Harus Jujur » NAK (: Harimu…)

NAK (: Harimu…)

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,948 tapak

Ku antar dirimu di gerbang itu nak…

Percayalah bapakmu setia menunggu harimu di saung kehidupan itu

.

Masuk-masuklah

Jangan kau ragu

Langkahkan kakimu

Kepakkan sayapmu

Cakrawala keilmuan di depanmu

Akar keimanan kan menancap dalam di hatimu

Umbar kebebasan ekspresimu

Kejarlah cita dan harapanmu

.

Lelahmu adalah bekal nantimu

Peluhmu adalah saksi akhirmu

.

bila sudah kau cukupkan harimu

berkesahlah dari kedalaman batinmu, biar bapakmu belajar kesabaran

berteriaklah dari kelantangan mulutmu, biar bapakmu belajar mendengarkan

Tertawalah dari keriangan nuranimu, biar bapakmu belajar makna syukur

Menangislah dari resahmu yang dalam, biar bapakmu belajar ikhlas

Rangkailah pengalaman dari kalimatmu yang jujur, biar bapakmu belajar kehidupan

.

datang-datanglah dalam dekapan bapakmu

doa-doa kan panjatkan dalam setiap aliran darahmu

.

tidurlah nak…

ini malam telah datang,

istirahatlah,

lepaskan penatmu,

karena esok sudah menunggu


8 Komentar

  1. masandhy mengatakan:

    trenyuh aku bacanya kang….
    (demikian indah jalinan anak-orang tua)
    btw : yg bikin ruang baca buku kang im juga? rajin B a n g e t….

  2. bapakethufail mengatakan:

    :masandhy…

    karena yang kita butuhkan adalah bibirnya yang selalu basah dengan do’a2 pada bapak ibunya…
    karena harapan kita adalah kebersamaan sampai di taman surga NYA kelak…

    ruangbacabuku: ya… coba menghadirkan yang bentuk buku. sumbernya dari internet, tak tulis ulang buku yang udah pernah aku baca, file2 bentuk buku,…dll. mudah2an penulis asli dan penerbitnya gak keberatan….
    : satu harapannya… bsa memberi manfaat bagi banyak orang

  3. kanghasan mengatakan:

    mmm…memang tidak mudah ‘membunuh’ seorang Imam Sarjono hanya dengan rutinitas kerja kantor. Selalau ada celah untuk berekspresi.
    >>>kejernihan isi kendi hanya akan terlihat ketika dituangkan ke dalam gelas<<<

  4. bapakethufail mengatakan:

    : kanghasan
    soale lagi nganggur kang….
    daripada kena sawan
    mending memelihara harapan
    matur nuwun kang….

  5. ibnusy mengatakan:

    menjadi orang tua memang luar biasa. ada istilah, kepala buat kaki dan sebaliknya. terpulang benar tidaknya istilah itu, sekarang kami sedang belajar seperti yang ada dalam bait-bait puisimu. salam kenal mas

  6. bapakethufail mengatakan:

    :ibnusy…
    terima kasih…. itu juga proses pembelajaran saya pak
    salam kenal juga…
    sukses buat pak ibnusy

  7. elindasari mengatakan:

    Wow, senang sekali dapat membaca puisi2 Mas Imam. Dada ini terasa bergetar, haru dan hanyut rasanya !
    Gimana kalau kita bertukar link Mas ?
    Salam juga buat keluarga Mas Imam, hehehe…
    Best regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

  8. bapakethufail mengatakan:

    :elindasari
    tawaran bersaudara adalah suatu kehormatan….
    dan kata yang patut di haturkan adalah…>>> terima kasih
    segera…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: