Beranda » Pendidikan » MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KECERDASAN PADA ANAK SEJAK USIA DINI (#1)

MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KECERDASAN PADA ANAK SEJAK USIA DINI (#1)

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,949 tapak

Oleh : Kak Seto

Disampaikan dalam Talk Show : Ngobrol Bareng Kak Seto dengan tema “Melejitkan Potensi Kecerdasan Anak (Cara Bijak Mendidik Anak)” yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Ar-Ridho, pada tanggal 4 Juni 2006 di Semarang.

.

 

 

Pengantar

Pada dasarnya anak-anak sebagai generasi yang unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sungguh memerlukan lingkungan yang subur yang sengaja diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh dengan optimal.

Dengan demikian, orangtua, disamping guru memegang peran penting untuk menciptakan lingkungan tersebut guna merangsang segenap potensi anak agar dapat berkembang secara maksimal.

Suasana penuh kasih sayang, mau menerima anak sebagaimana adanya, menghargai potensi anak, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik, semua sungguh merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi unggul di masa yang akan datang. Inilah yang perlu kita persiapkan pada anak-anak guna menyambut era globalisasi.

 

Memahami Anak

Keberhasilan suatu pendidikan sering dikaitkan dengan kemampuan para orang tua dalam hal memahami anak sebagai individu yang unik, dimana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi yang berbeda satu sama lain namun saling melengkapi dan berharga. Mungkin dapat diibaratkan sebagai bunga-bunga aneka warna di suatu taman yang indah, mereka akan tumbuh dan merekah bersama !

Selain memahami bahwa anak merupakan individu yang unik, ada beberapa catatan lagi yang perlu kita perhatikan dalam kaitannya dengan upaya kita memahami anak. Yaitu bahwa anak adalah :

 

Bukan Orang Dewasa Mini

Anak adalah tetap anak-anak, bukan orang dewasa ukuran mini. Mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan bila harus dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu mereka juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kaca mata anak-anak.

Untuk itu dalam menghadapi mereka dibutuhkan adanya kesabaran, pengertian serta toleransi yang mendalam. Mengharapkan mereka bisa mengerti sesuatu dengan cepat dengan membayangkan bahwa mereka adalah orang-orang dewasa seperti kita, tentu bukan merupakan sikap yang bijaksana.

 

Dunia Bermain

Dunia mereka adalah dunia bermain, yaitu dunia yang penuh spontanitas dan menyenangkan. Sesuatu akan dilakukan oleh anak dengan penuh semangat apabila terkait dengan penuh suasana yang menyenangkan. Namun sebaliknya akan dibenci dan dijauhi oleh anak apabila suasananya tidak menyenangkan.

Seorang anak akan rajin belajar, melakukan pekerjaan rumahnya apabila suasana belajar adalah suasana yang menyenangkan dan menumbuhkan tantangan.

 

Berkembang

Anak selain tumbuh secara fisik, juga berkembang secara psikologis. Tidak bisa anak yang dulu sewaktu masih bayi tampak begitu lucu dan penurut, sekarang pada usia 3 tahun misalnya, juga tetap dituntut untuk lucu dan penurut. Ada fase-fase perkembangan yang dilaluinya dan anak menampilkan berbagai perilaku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut.

 

Senang Meniru

Anak-anak pada dasarnya senang meniru, karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka adalah diperoleh dengan cara meniru.

Anak-anak yang gemar membaca umumnya adalah anak-anak yang mempunyai lingkungan dimana orang-orang di sekelilingnya adalah juga gemar membaca. Mereka meniru ibu, ayah, kakak atau orang-orang lain di sekelilingnya yang mempunyai kebiasaan membaca dengan baik tersebut.

Dengan demikian maka orang tua dan guru dituntut untuk bisa memberikan contoh-contoh keteladanan yang nyata akan hal-hal yang baik, termasuk perilaku bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru.

 

Kreatif

Anak-anak pada dasarnya adalah kreatif.

Mereka memiliki ciri-ciri yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang kreatif, misalnya : rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya, imajinasi yang tinggi, minat yang luas, tidak takut salah, berani menghadapi risiko, bebas dalam berpikir, senang akan hal-hal yang baru, dan sebagainya.

Namun sering dikatakan bahwa begitu anak masuk ke sekolah, kreativitas anak pun semakin menurun. Hal ini sering disebabkan karena pengajaran di TK atau SD terlalu menekankan pada cara berpikir secara konvergen, sementara cara berpikir secara divergen kurang dirangsang.

Dalam hal ini maka orang tua dan guru perlu memahami kreativitas yang ada pada diri anak-anak, dengan bersikap luwes dan kreatif pula.

Bahan-bahan pelajaran di sekolah, termasuk bahan ulangan dan ujian hendaknya tidak sekedar menuntut anak untuk memberikan satu-satunya jawaban yang benar menurut guru atau kunci. Kepada mereka tetaplah perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan imajinasinya secara “liar” , dengan menerima dan menghargai adanya alternatif jawaban yang kreatif.

Begitu pula orang tua di rumah, hendaknya tidak selalu hanya memaksakan kehendaknya terhadap anak-anak, namun secara rendah hati tetap harus menerima gagasan-gagasan anak yang mungkin tampaknya aneh dan tak lazim. Sebab hanya dengan demikian anak pun terpacu untuk belajar dengan motivasi yang tinggi.

Anak-anak yang dihargai cenderung akan terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang secara lebih optimal sehingga pada akhirnya nanti mereka akan lebih siap dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan-tantangan di masa depannya kelak.


4 Komentar

  1. evi yulia mengatakan:

    saya sangat setuju apabila anak usia dini terus diberikan motivasi baik untuk perkembangan IQ, SQ, EQ agar dapat menghadapi masa depan yang cerdas dan berakhlak
    SALAM SAYANG UNTUK SUAMI DAN ANAKKU (M. Billaty Hya Ahsan)

  2. wennyaulia mengatakan:

    setuju…
    bedewei, menurut saya anak-anak mustinya dijauhkan dari acara tipi semacam berita kriminal, gosip, dan sinetron
    karena dampak dari nonton itu adalah si anak malah perkembangannya ke arah yang kurang tepat..hehe:mrgreen:

    ini menurut saya lowh..😛

  3. coretanpinggir mengatakan:

    Benar ya, anak itu ibarat kertas putih bersih, kalau kita salah corat-coret hasilnya bisa-bisa carut-marut🙂

    Salam hangat dari pinggiran
    -coretanpinggir-

  4. sanTy mengatakan:

    menUrUtQ anak2 meruPAkan suatu anugrah dari yaNg maha kuasa. dimana kiTa sebagai pembiMbingnya harus mengetahui bagaimana unTUk membentuk serang anak agar Kelak menjAdi anak YaN berguna agi bAngsa, negara,agamanyA kelak.Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: