Beranda » Pendidikan » CARA TEPAT MEMUJI BATITA

CARA TEPAT MEMUJI BATITA

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,948 tapak

Sebagai orang tua, tentu Anda sering member pujian kepada anak. Jika digunakan dengan benar, pujian bisa menjadi alat untuk memupuk perilaku baik, memompa kepercayaan diri, membuat si kecil merasa dicintai, dihargai, dan termotivasi. Sebaliknya, jika berlebihan dan tidak tepat, pujian anda bias kehilangan makna. Ikuti langkah-langkah berikut :

1. JANGAN BERLEBIHAN. Ketika Batita Anda sukses memakai celana untuk pertama kali, ia layak mendapat pujian. Namun jika anda membanjiri dia dengan pujian atas hal-hal rutin yang dilakukannya setiap hari (“wortelnya habis semua ya!”), dia akan mulai mengabaikan pujian yang benar-benar layak didapatkan. Sanjungan berlebihan juga membebani untuk selalu membuat Anda terkesan.

2. LONTARKAN KALIMAT SPESIFIK. Dari pada mengatakan, “Wow, gambarmu bagus sekali,” lebih baik Anda katakana, “Kamu menggambar matahari dengan bagus sekali, dan kamu menambahkan awan !”. Kalimat seperti itu meyakinkan anak bahwa Anda benar-benar memperhatikan jerih payahnya.

3. TEKANKAN PADA PROSES, BUKAN HASIL. Ketika anak mempelajari sebuah hal baru, jangan beri komentar seputar hasil. Puji dia atas antusiasme dan kemajuan yang dia buat (“Kamu tekun sekali berlatih sepak bola, dan Mama lihat cara kamu menggiring bola sudah lebih baik”).

4. FOKUS PADA PERILAKU. Anak yang masih kecil sulit membedakan antara jati diri dan perilaku. Jadi, daripada berkomentar seputar karakter (“Kamu jadi anak baik setiap bepergian”), puji tindakan anak (“Kamu duduk tenang dan tidak rewel spanjang perjalanan”).

5. TEKANAN SISI POSITIP. “Sangat mudah menunjuk kesalahan anak dan mengabaikan pencapaian kecil yang ia buat,” kata Hartley Brewer, penulis Praising Boys well and Praising Girls Well. Tetapi jika Anda member pujian atas keberhasilan dan perilaku baik anak, hal itu sangat berarti dan mendorong anak mengulangi perbuatan baiknya.

6. JANGAN MEMBUAL. Memberi pujian setinggi langit di depan umum tidak hanya mengganggu orang tua lain, sekaligus member beban berat kepada anak. Pujian berlebihan bias membuat anak malu dan mementahkan semua manfaat yang terkandung di dalam pujian.

7. CERITAKAN KEBERHASILAN ANAK DI DEPAN PASANGAN. Anda perlu menahan diri untuk melontarkan pujian berlebihan di depan orang tua lain, tapi hal itu tidak perlu Anda lakukan di rumah. Pasangan Anda perlu menyadari keberhasilan anak. Usahakan jangan memuji di depan anak Anda yang lain karena bias membuatnya merasa direndahkan.

8. BERKATA JUJUR. Bahkan anak kecil menyadari Jika Anda berbohong. Strategi terbaik adalah bersikap jujur – dan diplomatis – saat mengomentari kemampuan anak.

9. GUNAKAN BAHASA TUBUH. Sinyal non verbal merupakan cara sempurna menyatakanperasaan. “Jika Anda mengatakan, “kamu lancar sekali membaca”, anak akan berhenti membaca untuk mentap Anda’” kata Dr. Edward Christopherson, Phd, psikolog kliis anak di Kansas City, Missouri. “Namun jika Anda menggosok punggung si kecil dengan lembut, ia mendapat pesan yang jelas bahwa Anda bangga terhadap dia dan ia tetap akan membaca.”

10. HINDARI SARKASME. Jangan racuni pujian dengan komentar pedas (“Siapa sangka kamu bisa menghabiskan makanan tanpa mengotori baju?” atau “Akhirnya, Kamu bias naik sepeda tanpa roda tambahan”).

Sumber :

Republika/Ahad 25 Mei 2008/ayahbunda/Kolom Parents


1 Komentar

  1. amanda mengatakan:

    sy mau tny ap bl anak kita cerdas dan pintar akan tetapi dia sangat bandel sekali….mk kdng kt sbgai orng tua agak sdkt jengkel it kan wajar, yg sy tnykan bgmn cr anak tersebut bs nurut dan patuh kpd org tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: