TIKUS

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,949 tapak

Di ruangan yang biasa aku gunakan untuk kerja, berserakan luar biasa. Ada bekas-bekas makanan, potongan kertas gak karuan, tahi binatang kecil-kecil, dan pasti bau yang tidak sedap tapi khas (aku yakin bahwa pelakunya adalah salah satu oknum binatang yang sering aku lihat mondar-mandir diruanganku……. Tikus). Sehingga ada kerjaan tambahan yang harus aku rampungkan terlebih dahulu …. Membersihkan meja kerja dan menyemprotkan pengharum ruangan yang fungsinya sudah tidak lagi untuk membuat ruangan menjadi harum tapi hanya sekedar biar ruangan tidak bau banget.

Aku panggil dan tanyakan salah satu cleaning service.

“Siapa yang memproduksi sampah di ruangan ini mas “

Jawabnya pendek “ tikus pak”

“Kenapa enggak kamu bersihkan tiap hari biar ruangan ini enak dilihatnya, malu kan kalau sampai ada tamu sementara ruangan kotor begini”

Jawabnya pendek juga “capek pak”

“Apa sudah pernah kamu coba untuk dipasang perangkap tikus… kalau tiap hari ada satu tikus yang bisa ditangkap, kan lama-lama tikusnya habis”

“tikusnya pinter-pinter pak, enggak mau dijebak. Dan ini pak…. Tikusnya anaknya banyak… kalau pun di tangkap, pasti nggak bisa habis…. Tikusnya beranak terus pak”

“Nah … kalau begitu di coba kamu tungguin seharian di ruangan ini, kalau ada tikus datang… kamu usir sampai dia ketakutan dan enggak berani lagi masuk ruangan ini. Kamu pasang muka serem lah “

“Maaf pak, saya yang takut…. Tikusnya kalau datang bareng-bareng, rombongan pak…… banyak banget pak, dan besar-besar. Saya takut di kroyok dan bisa-bisa malah saya nanti yang dimakan”

“Coba deh kamu pelihara kucing… mungkin lima atau sepuluh sekalian. Aku yakin tikusnya pasti grogi duluan nglihat kucing meskipun hanya sekedar nongkrong di kantor ini”

“Sudah, sudah pernah di coba pak. Sebelum Bapak pindah di kantor ini. Tapi malah bikin kesal dan sakit hati”

“Kenapa ?”

“Pertama…. Soal kotorannya pak. Bapak bias bayangkan baunya…. Tikus yang kotorannya kecil aja sudah baunya begitu… apalagi kotoran kucing yang jauh lebih besar. Kalau pewangi ruangan aja gak ada pengaruhnya pak… harus pakai parfum impor… Kedua…… kucing itu pak, kalau habis makan kenyang… tidur. Bapak juga tahu kan gimana kalau kucing tidur….. jadi gak ada sangarnya lagi…. Yah tikus mah nyante aja pak. Terus yang ketiga…. Ini yang paling bikin kesal pak, ……masak kucing makan bareng sama tikus….

Dalam batinku, dasar tikus!!! dasar kucing!!!

Yang ke empat Pak ………………………………………………..

Tapi tiba-tiba matanya nanar memandang mukaku…, ketakutan…, dan tidak bias meneruskan kata-katanya.

“ah… ah… anu… muk… muk… muka bapak “ dan langsung pingsan.

”Ada apa ini, apa ada yang salah dengan mukaku “

Aku bergegas mencari cermin, karena aku yakin barang itu tidak akan berbohong…. Dia akan memperlihatkan apa adanya mengenai mukaku. Tapi aku juga takut, bingung nggak karuan…

Astaghfirullah….. mukaku…. Mukaku jadi tikus.

Kukira cermin tidak berbohong, rupanya…… Aku tidak percaya dengan cermin itu… aku mencari cermin yang lain dan ternyata di cermin kedua… mukaku adalah kucing.

Bagaimana dua cermin bisa menampakkan dua wajah yang berbeda.

Aku semakin tidak percaya lagi akan kejujuran cermin .

Aku coba mencari cermin yang ketiga….. dan mukaku…. Separo mukaku tikus dan separonya lagi kucing. Akupun pingsan……

“Pak, …. Pak …. Bangun Pak…. Sudah adzan….. Shollat dulu, nantri sholat subuhnya kesiangan lho…” suara lembut istriku membangunkan sambil mencium pipi kananku.

 


8 Komentar

  1. Kang Hasan mengatakan:

    Mmmmmhhh….dunia citra menjadikanku lebih mudah berganti wajah…’citra’ dari citra…realitas dari ‘realitas’, hyper realitas (kata Yasraf A Piliang), yang maya jadi nyata, yang nyata jadi maya, nyata=maya=nyata=maya…..karena proses pencitraan yang dikomandani oleh iklan hedonis,pragmatis….Awakku dadi Atis!…hi…

  2. Muparrih mengatakan:

    Wah bagus Pakde, postingnya bagus-bagus, berbobot dan punya makna yang dalem….

    Terus posting Pakde, insya Allah ane sering mampir kesini.

    Salam buat Keluarga.

  3. bapakethufail mengatakan:

    Kang Hasan :
    yakin… muka Kang Hasan masih utuh
    tidak ada maya…. nyata semua kang

    Om Muparrih :
    makasih om… mudah2an aku sering silaturahim ke blognya om muparrih juga.
    salam untuk keluarga di semarang

  4. andhy_joel mengatakan:

    (iseng mikir), mungkin kalo bisa protes tikus akan protes, atau mungkin kalo boleh memilih tikus akan memilih jadi merpati yg jadi lambang kedamaian, atau mungkin harimau meski liar dan buas tapi tetap dianggap baik dan dilindungi, atau mungkin si kancil tukang tipu tapi dianggap lucu. Sebenarnya apa salah tikus sehingga harus mendapat nasib seperti itu, selalu dikaitkan dengan hal hal yang nggak baik. Saya kira kang Imam setungju kalo Allah menciptakan sesuatu pasti ada mangsud dan muanfa’atnya, bukan cuma sekedar menambah panjang rantai makanan. (he he he iseng lho kang imam)..

  5. andhy_joel mengatakan:

    emang luwih enak lan gampang ngomentari, timbang nulis dhewe…(baca:omong doang……he he he)

  6. abu daarel mengatakan:

    tikus…tikus….kasihan amat dikau..ada seorang ahli binatang yg mengatakan bahwa tikus adalah binatang yang kekerabatannya paling dekat dg manusia…dimana ada manusia yg mendiami suatu tempat, disitu akan ada tikus. Kenapa anjing yang lbh berbahaya disamping najis dibiarkan menggonggong tanpa ada yg mengikat dan membunuh. Karena ada hadits yg menganjurkan kita spy ber-ta’awudz apabila mendengar lolongan anjing, karena disitu ada setan yg berlalu. Kucing…kucing….kucing adalah binatang kesayangan Abu Hurairah r.a. seorang sahabat Rasulullah saw yg banyak menyampaikan hadits. Sebenarnya semuanya karena setan…setan ada dari kalangan jin dan setan dr kalangan manusia. Dan setan yang lebih berbahaya adalah setan dari kalangan manusia. Mungkin lbh baik kt tdk mempersonifikasi keburukan manusia dgn binatang, karena semuanya adalah dr diri kt sendiri yg tergoda oleh setan laknatullah.

  7. bapakethufail mengatakan:

    : Om Andhy_Joel
    makasih komentarnya…. boleh dong kirim tulisan biar bisa tak posting di blogku…. jo lali dolan ngomak nek balik jakarta.

    : abu daarel
    Terima kasih kritikannya. Mungkin sedikit penjelasan mengapa judul dan tulisan “TIKUS” itu aku posting di blogku. Ada sepuluh hal :
    Pertama. Memang tikus sangat erat kekerabatannya dengan manusia, meskipun sangat tidak enak kedengarannya apabila ada manusia hidup berkerabat dengan tikus atau manusia mempunyai kerabat tikus.(dibaca: bertingkah seperti tikus) karena banyak obat, vaksin, atau yang lain sebelum di gunakan untuk manusia di coba dulu ke hewan yang namanya tikus.

    kedua. karena kekerabatannya begitu dekat dengan tikus maka sangat banyak manusia yang berperilaku seperti tikus. Makan sesuatu yang tidak jelas baik “sangkan paran” nya maupun jenis panganannya “kabeh di untal”. Kalau kita amati tentang tikus maka sehabis makanpun tidak jelas harus membuang kemana kotoranya. Karena dalam sejarah pertikusan belum pernah ada yang namanya “WC UMUM UNTUK TIKUS” jadi dia berak asal kepingin berak saja, dimanapun, kapanpun…

    ketiga. Sebagaimana fitrahnya KUCING adalah pemangsa tikus. Alloh menciptakan skenario yang begitu apik sehinggu tikus dimangsa oleh yang namanya kucing……… yang pada akhir ceritanya adalah menjadi keseimbangan yang begitu harmonis ekosistem yang ada di bumi NYA ini.Indah…. tapi ketika ada fitrah yang terlanggar….. ada skenario yang tidak dilakonkan sebagaimana alur cerita…. maka akan timbul ketidakstabilan sebuah ekosistem…. cerita menjadi nggak karuan… malah mungkin alurnya menyebalkan…. (coba bayangkan, tikus kok makan bareng sama kucing !!!)

    keempat. Kucing adalah binatang yang sangat dekat dengan Abu Hurairah r.a seorang sahabat Rasulullah saw……… “itu pasti kucing yang masih hidup sebagaimana sunatullah pasti….”

    kelima. Ide tulisan itu muncul ketika aku mendengar lamat-lamat lagunya iwan fals yang di puter saudaraku yag namanya WAHYU… itu lho….. TIKUS APA GITU ???

    keenam. di kantor memang banyak tikus…. tikus yang bener2 tikus….

    ketujuh. Kadang2 perilakuku seperti tikus, tapi kadang2 seperti kucing. Malah kadang2 dua sekaligus … ya tikus… ya kucing. Mimpi kali ye….. !!!!!!!!!!!

    kedelapan. Soal ANJING…. insyaAlloh tidak lama lagi !!!!! (tunggu tanggal mainnya….)

    kesembilan. Astaghfirullah……. karena hanya kepada NYA lah kesempurnaan maaf harus di panjatkan

    kesepuluh. terima kasih……. (jzkml….)

  8. sad mengatakan:

    ha…ha…ha……………….yang merasa tikus n kucing
    tersipu malu tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: