Beranda » Pendidikan » SEKOLAH YANG MENCERDASKAN #1

SEKOLAH YANG MENCERDASKAN #1

Arsip

Jejak Langkah

  • 56,948 tapak

Mencerdaskan anak bukanlah tugas utama sekolah. Tugas sekolah adalah membentuk pribadi yang memiliki integritas moral sangat tinggi, berakhlak mulia dan produktif yang berpijak pada fondasi akidah.

Bersebab pada kuatnya akidah, sekolah juga berkewajiban membakar semangat mereka sehingga akan lahir pemuda-pemuda yang hidup jiwanya dan jelas arah hidupnya. Begitu mereka memiliki motivasi yang kuat dan semangat yang menyala-nyala, maka mereka akan memiliki energy besar untuk mencapai apa yang sungguh-sungguh bermanfaat baginya. Ia memiliki daya tahan untuk terus gigih ketika yang lain sudah mulai berguguran. Ia memperoleh makna atas setiap tindakan yang secara sengaja dilakukannya untuk mencapai apa yang baik dan penting. InsyaAlloh !

Semangat yang berkobar-kobar memungkinkan seseorang mencapai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bermanfaat. Saya perlu menambahkan kata bermanfaat, karena kepekaan terhadap apa yang sungguh-sungguh bermanfaat bagi diri sendiri dan umat manusia, hari ini sangat sulit kita dapati (bahkan mungkin pada diri kita sendiri). Sebab, mereka tidak memperoleh pengalaman belajar yang secara sengaja menumbuhkan kepekaan. Alih-alih mengembangkankapasitas mental, anak-anak itu justru mengalami penganiayaan akademik dalam bentuk pembebanan target-target penguasaan secara kognitif materi-materi pelajaran, terutama yang menjadi materi ujian nasional. Padahal penguasaan materi pelajaran seharusnya merupakan akibat saja dari berkobarnya semangat dan kepekaan terhadap apa yang bermanfaat bagi umat manusia.

Inilah yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita. Kita dorong mereka untuk menjadi manusia yang bermanfaat dank arena itu mereka harus bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfaat baginya. Ada sebuah hadist yang perlu kita renungkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “ Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaatbagimu, dan mintalah pertolongan kepada Alloh serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan: ‘Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini dan begini.’ Katakanlah Alloh telah menakdirkan dan apa yang Alloh kehendaki, maka itu terjadi’. Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (Riwayat Muslim).

Ya, bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu. Tapi mengapa anak-anak tidak peka terhadap apa yang bermanfaat bagi dirinya? Karena sekolah tidak mengajari mereka tujuan hidup, empati dan integritas. Mereka juga tidak belajar merumuskan visi hidup yang jelas. Mereka hanya dipacu untuk berhasil menciptakan nilai bagus saat ujian. Ironisnya, tidak sedikit orang tua maupun sekolah yang masih berorientasi pada ujian, sehingga tidak mendorong anak untuk “belajar” kecuali saat menghadapi ujian.

Mereka tidak mendorong anak haus ilmu dan mengembangkan kecakapan yang bermanfaat. Apa lagi alasan yang menggerakkan diri untuk berbuat sehingga setiap hal jadi bermakna, sangat jarang disentuh.


Sumber :

Muhammad Fauzil Adhim

Kolom Parenting, Suara Hidayatullah Edisi Maret 2008


2 Komentar

  1. asuna17 mengatakan:

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://pendidikan.infogue.com/sekolah_yang_mencerdaskan_2_tamat_

  2. bapakethufail mengatakan:

    makasih asuna…
    saya hanya mencoba menulis kembali apa yang sebagian yang pernah aku baca
    semoga punya manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: