Kebahagiaan cantik dan seksi. Penderitaan juga cantik dan seksi. Sukses itu atraktif. Gagal juga atraktif. Dalam lapisan-lapisan kehidupan seperti ini, dimana-mana tersedia senyuman. Janganlah sahabat baik, musuh yang paling berbahaya pun terlihat tersenyum. Bukankah musuh hanya guru yang bertopeng ?
…………..
Kesedihan yang paling dalam pun sebenarnya membawa berkah. Ia tidak menorehkan luka, tetapi membukakan kesempatan utuk meminum air suci kehidupan dalam kegelapan. Pada kedalaman hidup seperti ini, tidak ada pasar kehidupan yang dimonopoli kebahagiaan. Yang ada hanyalah rasa syukur dalam mengayunkan setiap langkah
Sumber :
Gede Prama/Jejak-Jejak Makna/Kebahagiaan Berhenti Memonopoli/hal 176 – 177

