Arsip Penulis: bapakethufail

Tentang bapakethufail

Mempunyai satu istri dan empat orang anak. Bekerja di instansi pemerintah tepatnya di Depkeu Ingin belajar untuk jujur.... minimal kepada NYA Hobi membaca (apa saja)

: kamu

…… rasa luka begitu menyayat pedih

sepenggal kalimat dengan kata tak bermakna,
diam sepi

ketika tangan tak sampai jua menggapai pada rasa duka hatimu,
sakit

pada sapa yang tak jua menyapa gelisahmu,
resah

hanya satu dari kedalaman nurani dan jiwa
empatiku padamu


Lelah

Tuhan…

ijinkan kusandarkan lelahku

hanya padaMU

cukup, padaMU

(karena ku yakin bahwa KAU faham tentang ku)


Kau Tusuk

Kau tusuk aku
dengan pisau tajam-mu
tak luka,
tak berdarah,

(tapi pedih begitu dalam terasa)


Kado Anakku

Alhamdulillah… setelah begitu padat kegiatan kini kembali lebih banyak waktu untuk keluarga. Begitu berharganya mereka…

dsci00011Ada yang sangat tidak bisa dilupakan… waktu bangun pagi, istri sudah di sebelah dan mencium pipi kanan kiriku dan membisikkan “selamat ulang tahun ya pak,… “ Hmmm rasanya indah sekali, soalnya aku sendiri lupa kalau hari itu adalah ulang tahunku yang ke…. Siangnya selepas mengantar tetangga yang akan menunaikan ibadah haji, rupanya anak-anak sudah siap dengan kejutan…. Mereka bersama-sama meneriakkan “selamat ulang tahun bapakku yang baik…..” dua buah kado sudah siap ditangan mereka. Kubuka satu per satu…. Kado pertama baju (hmm.. rupanya anak2 tahu bahawa bapaknya memang jarang membeli baju) dan kado kedua… sebuah buku. Maryamah Karpov nya Andrea hirata, buku keempat dari tetralogi laskar pelangi. Oh… rupanya mereka begitu memperhatikan bapaknya. Karena setiap jalan-jalan ke toko buku (kebiasaan yang sering kami lakukan) selalu aku tanyakan buku keempat dari laskar pelanginya andrea hirata ke penjaga…

dsci0136Kupandangi dan kucium mereka satu-satu. Syasa, Muthi, Fia dan Thufail….. “Terima kasih nak.. terima kasih perhatiannya, terima kasih kadonya..” Fia, anakku yang ke tiga (sekarang kelas satu SD)… membisikkan dengan pelan-pelan… “Pak, ini surat dik fia buat bapak, tapi bacanya dikamar ya pak” dan kubisikkan juga “terima kasih banget ya nak”.

Sesuai amanah anakku, aku masuk kamar dan kubuka suratnya…. Pak maaf itu bukan kado dari aku. Itu uang patungan mbak muthi dan syasa. Aku enggak ikut patungan tapi aku rajin sohlat dan ngaji, janji enggak bohong…. Salam fia. Aku geli bacanya, tapi tidak sadar menetes juga air mataku karena haru. Sebuah tulisan yang sangat jujur….

Ya Allah… jadikanlah mereka anak-anak yang sholeh dan sholehah… dan bersamakan kami sampai kelak di taman surgaMU….


Maaf….

Temen2, sahabat, saudaraku semua……

Maaf bila lama tidak ada postingan baru, dan mungkin empat minggu kedepan blog masih sepi….


Dampak Pornografi Bagi Perkembangan Anak

Oleh: Herlita Jayadianti

“Ma…, adik semalem nonton TV ada perempuan sama laki-laki ciuman, brarti adik juga boleh dong ma, ciuman sama temen adik yang perempuan…, kata TV-nya itu tandanya sayang…loh Ma”

Yah, kok tante itu pake rok pendek banget, biar gak panas ya? Adik mau donk yah dibelikan rok yang pendek kayak tante itu…, cantik ya yah..”Pokoknya besok beliin ya…

Prihatin, itu satu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya ketika secara tidak sengaja mendengar celoteh anak-anak balita disalah satu tempat bermain anak di Jogjakarta. Baru dua anak loh yang saya dengar, bagaimana dengan jutaan anak yang lain ? bagaimana juga jika mereka terlahir dan berada ditengah keluarga yang belum siap memberikan jawaban yang tepat untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka ? duh, dimana perlindungan buat mahkluk2 mungil nan polos ini, mahkluk tanpa dosa yang belum matang secara fisik, mental, maupun sosial, selain juga masih sangat rentan, tergantung dan dalam masa perkembangan. Continue reading


Buah Dari Emosi Sang Ayah

Oleh Neno Warisman

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu
kubilang pada ayahnya: “Subhanallah, dia benar-benar
mirip denganmu ya!” Suamiku menjawab: “Bukankah
sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki
ingin seperti aku.” Aku mengangguk. Suamiku kembali
bekerja seperti biasa. Continue reading


Mohon Ma’af lahir Batin

Sebuah SMS masuk, sangat indah….

Ass Wr. Wb …

Aku minta pada Allah setangkai bunga nan segar, tapi IA beri daku kaktus berduri

Aku mohon pada Allah binatang lucu nan mungil cantik, tapi IA beri daku ulat berbulu.

Aku sedih, protes dan amat kecewa…  betapa tidak adilnya ini.

Namun kemudian… kaktus berbunga… sangat indah sekali, dan ulatpun tumbuh berubah menjadi kupu-kupu nan sangat elok dan cantik.

Aku tersadar itulah jalan Allah…

Sangat indah dan tepat waktunya tanpa tanding.

Kadang Allah tidak memberi apa yang kita harap tapi di penuhiNYA apa yang kita perlukan.

Kadang kita sedih dan kecewa serta terluka, tapi jauh diatas segalanya nun jauh disana…

Ia yang Maha Besar sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita….

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur atas segala karuniaNYA.

Amin…

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

MOHON MA’AF LAHIR DAN BATIN


Jalur Pantura (Pantun Peneman Mudik)

Alhamdulilah romadhon sudah dua per tiga berjalan. Tak terasa ? Pasti terasa… senang sebentar lagi sudah tidak puasa atau sedih karena kesempatan beribadah dan peroleh pahala akan meninggalkan kita… hmm

Sebelum kita mudik, yuk kita bikin pantun-pantunan peneman mudik… nanti bisa kita pake sms-sms an ke temen dan saudara….

kita mulai yuk……….

.

jualan di emperan untuk berbuka

nasi uduk di aduk aduk

Lebaran udah mau tiba

mudik yuuuk


Jalur Pantura (Mudik sebuah Tradisi)

Sebentar lagi lebaran, begitu hampir semua orang mengingatnya. Bagaimana tidak, semua energy di kerahkan buatnya. Itung-itung waktu, biaya, tenaga dan semua tercurah hanya untuk satu kegiatan yaitu MUDIK. Setiap ketemu teman kantor, tidak ada pertanyaan lain kecuali kapan mulai cuti, tanggal berapa mudik dan gimana persiapan mudiknya. Begitu juga Saudara di kampung (setelah di Jakarta mengatakan daerahnya menjadi kampung….. hmmm ???) sudah mulai sering telepon menanyakan kapan pulangnya, naik apa, juga tolong bawakan oleh-oleh ini dan itu.

Yang belum punya tiket buru-buru ngantri untuk mendapatkannya, yang mau mudik pakai motor buru-buru menyervis motornya biar enggak ngadat di jalan, dan yang mau pulang bawa mobil tapi gak punya pun buru-buru cari pinjeman.

Kadang risi bahkan malu mungkin, tapi asyik karena ada sesuatu yang menggelitik. Karena kita sibuk mempersiapkan dan melestarikan sebuah tradisi yang disebut MUDIK tapi justru kita kadang lupa “MUDIK YANG SEBENARNYA” yaitu mudik untuk menghadap Penguasa Segala Kehidupan ini….>>> Allah SWT.

Terus untuk mudik yang satu ini kita sudah persiapan Apa ????

(gambar diambil dari handaru.light17.com)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.