Bapakethufail’s Weblog

Rabu, Oktober 22, 2008

Dampak Pornografi Bagi Perkembangan Anak

Diarsipkan di bawah: Artikel — Tag:, , , , — bapakethufail @ 7:08

Oleh: Herlita Jayadianti

“Ma…, adik semalem nonton TV ada perempuan sama laki-laki ciuman, brarti adik juga boleh dong ma, ciuman sama temen adik yang perempuan…, kata TV-nya itu tandanya sayang…loh Ma”

Yah, kok tante itu pake rok pendek banget, biar gak panas ya? Adik mau donk yah dibelikan rok yang pendek kayak tante itu…, cantik ya yah..”Pokoknya besok beliin ya…

Prihatin, itu satu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya ketika secara tidak sengaja mendengar celoteh anak-anak balita disalah satu tempat bermain anak di Jogjakarta. Baru dua anak loh yang saya dengar, bagaimana dengan jutaan anak yang lain ? bagaimana juga jika mereka terlahir dan berada ditengah keluarga yang belum siap memberikan jawaban yang tepat untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka ? duh, dimana perlindungan buat mahkluk2 mungil nan polos ini, mahkluk tanpa dosa yang belum matang secara fisik, mental, maupun sosial, selain juga masih sangat rentan, tergantung dan dalam masa perkembangan.

Belum hilang rasa prihatin saya, keesokan harinya datang seorang Ibu dengan wajah yang bingung lalu mengalirlah unek-unek yang selama beberapa hari ini dipendam sendiri…

” Mbak anak saya tuh kemaren kedapetan nonton film porno, saya sendiri yang lihat mbak, wah sedih, marah, bingung, semua campur mbak, abis baru TK besar, usianya aja belum 7 tahun..,katanya diajak omnya yang juga masih SD, yang buat saya mau pingsan ternyata tidak hanya sampai situ mbak, anak saya dengan polosnya bilang pernah ”dipegang-pegang”sama om-nya ketika habis nonton.” lalu Ibu itupun tidak bisa lagi berkata-kata dan menangis.

Ternyata pornografi apapun bentuknya mau lewat media yang masih sangat tradisional sampai tercanggih sekalipun, langsung dilihat ataupun lewat media, tetap satu hasilnya ” merusak moral anak bangsa”

Apa saja sih dampak negatif dari tayangan pornografi bagi perkembangan anak usia dini?

1.  Pelecehan seksual
Setelah melihat tayangan pornografi, biasanya orang yang bersangkutan lalu mencari cara untuk melampiaskan dorongan seksnya. Nah anak usia dini adalah individu yang sangat rentan terhadap pelecehan seksual, apalagi di Indonesia sendiri pendidikan seks untuk anak bagi sebagian besar orangtua masih tabu dan belum waktunya diberikan. Hasilnya anak sering menjadi korban pelampiasan seks oleh orang disekitarnya terutama yang dekat dengan anak, seperti kasus diatas ternyata pelecehan dilakukan sendiri oleh om korban. Selain karena mudah dimanfaatkan, anak juga tidak tahu bahwa organ vital seharusnya tidak boleh ditunjukkan pada orang lain.

2. Penyimpangan seksual
Anak balita atau anak usia dini yang belum waktunya sudah melihat adegan atau tayangan hubungan intim suami istri atau tayangan –tanyangan porno lainnya, dan tidak ketahuan orangtua sehingga tidak langsung diberi pemahaman (dengan bahasa yang mudah dipahami anak tentu saja) ketika dewasa kelak bisa mengalami penyimpangan seksual, karena yang ada dalam benak anak adegan itu jorok, sakit,  seram dll…

3.  Sulit konsentrasi
Bagaimana bisa konsentrasi kalau yang ada dalam pikiran anak adalah pikiran-pikiran kotor. Belum lagi kalau anak belum paham sehingga yang ada dalam otak anak adalah berbagai pertanyaan seputar adegan atau tayangan porno yang baru dia lihat. Ingat loh ini konteksnya anak usia dini. Mana ada sih anak balita yang paham dengan adegan porno?  Yang bahaya lagi, kalau sudah tertanam dalam otak maka untuk menghapus akan sangat sulit. Kenapa ? karena seks merupakan kebutuhan dasar manusia. Anak yang sudah menemukan kenikmatan seks sebelum waktunya dan tertanam secara mendalam dalam pikirannya akan sulit untuk dihilangkan. Kasihan kan padahal masa depannya masih panjang, masih banyak dibutuhkan konsentrasi2 dalam hidupnya….

4. Tidak percaya diri
Anak bisa saja jadi tidak percaya diri, kenapa? Karena frame yang dia lihat dari maraknya tayangan TV atau bahkan lingkungan disekitarnya, ” kalau mau cantik dan punya banyak teman ya harus berpakaian terbuka ”, ” kalau berpakaian tertutup kuper gak gaul, ndeso ”. Besok-besok anak akan muncul PD-nya ketika berpakaian minim dan terbuka.

5. Menarik Diri
Anak yang mengalami pelecehan seksual atau kekerasan seksual biasanya cenderung menarik diri, tertutup dan minder. Apalagi kalau orangtua tidak segera mencari bantuan psikolog dan cenderung menyalahkan anak, memarahi atau menggunakan kekerasan. Dimasa depan bisa saja kemudian anak akan sangat membenci orang dengan jenis kelamin tertentu karena mengingatkan pada kejadian seram masa kecilnya.

6. Meniru
Ingat loh anak usia dini adalah peniru ulung, apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar dari orang dewasa dan lingkungannya akan ditiru. Anak kan belum tahu mana yang benar atau mana yang salah, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, yang mereka tahu orang dewasa adalah model atau sumber yang paling baik untuk ditiru. Bisa dibayangkan kan kalau isi tayangan TV, adegan porno diinternet, HP, kelakuan orang-orang ditempat umum yang tidak bermoral ditiru mentah-mentah oleh anak ? wah saya saja tidak berani membayangkan….

Makanya segera sahkan dong RUU anti pornografinya…, sebelum semakin banyak anak usia dini yang teracuni dan rusak masa depannya…

Lithajayadianty

NGo-Early Childhood

   
 

Sumber :

warnaislam.com

Dari tulisan asli:

http://warnaislam.com/umum/renungan/2008/10/21/4996/Dampak_pornografi_bagi_perkembangan_Anak.htm

49 Komentar »

  1. Sebuah keprihatinan yang sangat dalam atas maraknya pornografi di sekeliling kita, kita harus sangat berhati-hati dengan buah hati kita akan semoga Allah melindungi generasi kita dari perbuatan mungkar

    Komentar oleh achmad sholeh — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 8:19

  2. “Tutup mata anak kita istriku”
    Lalu istriku pun menutupinya
    Dan anakku bertanya
    “Ada apa ayah, kok sepanjang hari mataku harus ditutup”
    Aku terkaget dengan pertanyaan itu. Berarti tontonan porno itu sepanjang hari adanya.

    Komentar oleh achoey — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 8:28

  3. Hallo pak, sudah lama yach saya tidak berkunjung kesini…Sekarang blognya bapakethufail ini makin semarak dan tulisannya makin asyik, artikel2nya semakin buat penasaran untuk dibaca …Makin keren … Sukses terus deh :) :) :)

    Hem memang keadaan yang memprihatinkan untuk perkembangan anak-anak kita pada masa sekarang yach Pak….

    Sekedar berbagi cerita pak, saya sengaja menerapkan kalau anak-anak saya tidak tertalu lama menonton TV setiap harinya. Yang paling besar (9th) untungnya hanya suka menonton TV hanya pas acara petualangan Si Bolang dan Laptop si Unyil ketika pulang sekolah (si adik juga ikutan nonton sekali-kali kalau tidak bobok siang).

    Selebihnya waktu anak saya adalah diisi dgn beberapa aktivitas lainnya : seperti sekolah TPA, kursus inggris, les berenang, bahkan saya sudah mulai mengajarkan si sulung untuk mulai mengetik sendiri hasil karangan ceritanya maupun puisi-puisinya di laptop, hehehe….(jadi waktu kosong untuk nonton TV udah kurang banget).

    Sedangkan sebagai sarana pendukung lainya agar tetap tidak membosankan anak-anak, selebihnya saya lebih banyak mengoleksi CD dan VCD dan buku-buku tentang Musik, VCD Balap Motor dan Mobil (sesuai hobbi papanya), berbagai macam Ensiklopedi, Flora & Fauna, Astronomi, dll agar anak-anak tidak tertarik untuk menghabiskan waktunya utk nonton TV apalagi nonton siaran yang “menyeramkan” yang bukan konsumsi mereka.

    Dan kebetulan pula si kecil kedua (2 thn) juga sudah mulai suka membuka-buka buku (belum bisa baca hehehe), meskipun masih sebatas buku-buku anak2 yang banyak gambar.

    Jadi menurut saya sebaiknya anak-anak tidak menghabiskan waktunya hanya untuk nonton TV, alihkan ke aktivitas lain yang jauh bermanfa’at untuk masa depan mereka kelak.
    Semoga anak-anak kita kelak bisa jadi generasi yang cemerlang ya pak. AMIEN :) :) :)

    Ok, demikian sedikit sharing pengalaman saya. Bagaimana kabar anak-anaknya pak ?.

    Best Regard,
    bintang
    http://elindasari.wordpress.com

    Komentar oleh elindasari — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 9:55

  4. saya sepakat bahwa media mempunyai dampak yang sangat besar. bisa sangat bagus bisa juga sangat jahat. tetapi untuk masalah pornografi yang di RUU kan? entahlah, saya lebih sepakat media yang di kontrol. bukan tentang berpakaian yang tiap daerah memiliki pandangan norma dan kepantasan yang berbeda.

    Komentar oleh mantan kyai — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 9:58

  5. Pak, saya kini di sini
    http://cucuharis.wordpress.com

    Komentar oleh achoey — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 10:05

  6. ternyata keputusan saya untuk tak memiliki televisi adalah keputusan yang benar…
    tapi entah sampai kapan keputusan ini bisa bertahan…

    Komentar oleh bayu200687 — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 11:11

  7. pornografis. bikin miris. sebuah kenyataan yang ironis. antara meninginkan kebaikan dengan sikap skeptis. akhirnya sering terjadi kejadian tragis. akibat mereka terhipnotis. tayangan atau dagelan pengumbar syahwat semburan sang iblis.
    ya Tuhan, plis. lindungi kami dan keluarga kami agar selamat dari iman dan kamuliaan yang terkikis. sampai saya bikin artikel dengan ide populis. sekedar belajar nulis. walau minim dengan analisis. tapi ya terlanjur dipablis. jadi tolong kunjungin ya pak dan kasih komen dong, plis…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/16/this-is-the-american-crisis-untuk-indonesia-menangis/

    Komentar oleh tren di bandung — Rabu, Oktober 22, 2008 @ 6:47

  8. Inilah betapa pentingnya kita untuk memberikan pendidikan sex sejak dini. Gagasan ini malah jadi prioritas utama beberapa lembaga penyiaran seperti TV mencantumkan display kecil di pojok kiri dengan inisial BO artinya tontonan yang disajikan harus dengan bimbingan ortu. Hanya saja tak semua saluran TV mengindahkan ini, masih ada tontonan yang bukan untuk anak2 di sajikan bahkan di tonton anak2, belum lagi waktu yang tesedia bagi ortu untuk membimbing anak itu tidak 24 jam.
    Ini adalah persoalan bersama Pak. sedapat mungkin kita perlu memang extra perhatian dalam memberikan tontonan yang berkualitas.
    Tontonan yang bagaimana? Discovery Chanel misalnya, Animal Planet, National Geography….usahakan ibunya juga baiknya tidak adicted SINETRON. Bisa Gawat. (karena nggak semua sinetron mendidik). Salam thanks sudah mampir pak…

    Komentar oleh Pakde — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 12:59

  9. Ma,”adik nonton Film the Backyandigans aja ya kalo sore”

    Ati2 lho pak anak ama tante kena pasal RUU itu,
    halah…. kok jadi nyalahin anak ama tante sih. Mestinya si Parno yang harus di kupas tuntas oleh pihak berwenang.

    salam Pak.

    Komentar oleh namakuananda — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 3:02

  10. kemarin ada blogger yg sekaligus pemilik warnet cerita ttg anak laki2 usia 12 thn yg selalu mbuka situs porno, setelah diingatkan berkali2 nggak muncul lagi tuh anak, ntah takut ato pinah lain warnet

    Komentar oleh Elys Welt — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 3:44

  11. pusing mikirnya…
    hadoooh…..

    Komentar oleh Odie — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 7:24

  12. Ass, saya sangat sedih baca artikel postingan bapak. ini mengingatkan saya kembali kalau saya memiliki seorang gadis mungil dirumah yg harus benar2 saya perhatikan perkembangannya. Mohon Ijinkan saya untuk melink dan menngcopy postingan bapak ini, sapa tau berguna juga untuk orang tua lainnya. Terima Kasih

    Komentar oleh Bunda Rizqa — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 9:04

  13. Salam kenal juga Pak. Kok cuma numpang lewat Pak, mampir dan berleha2 juga boleh kok Pak :D

    Oia artikel ini bikin bergidik waktu bacanya Pak. Duh bakal semakin protek aja ni ntar saya ma anak, mdh2an aja keluarga kita selalu dilindungi oleh-NYA ya Pak.

    Komentar oleh Bunda Pacific — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 9:06

  14. sgt mengerikan, itu lah dampak dr semakin luasnya informasi…bahkan smp g kenal waktu & tempat.
    aQ pribadi, sgt menyayangkannya…dan brhrp semoga bangsa ini dirahmati oleh Allah SWT….amin…

    Komentar oleh sarahtidaksendiri — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 10:56

  15. Pornografi..huh… (geleng-geleng kepala……)
    Salam…

    Komentar oleh indra1082 — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 11:50

  16. kayanya lebih tepat ” Dampak Pornografi Bagi Perkembangan Pribadi ” .
    everyday around us .

    Komentar oleh blog-w.co.cc — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 2:08

  17. wadh…gaswat!!!!!

    Komentar oleh hami-chan — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 4:20

  18. Makasih pencerahannya pak!…
    *Tapi kok banyak yang protes soal UU Pornografi ya??? padahal menurut saya nggak cuma pornografi dan pornoaksi yang seharusnya dilarang… juga pornowicara atau omong jorok..

    Komentar oleh Andy MSE — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 4:25

  19. hindari tivi dari anak-anak. mending dibelikan dvd khusus film kartun jika ingin hiburan

    Komentar oleh kishandono — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 4:28

  20. para pengelola media mestinya memiliki wisdom dan kearifan, pak. jam2 tayang yang memungkinkan anak2 masih bisa menyaksikan acara TV, mestinya jangan sampai kecolongan menayangkan acar2 berbau mesum. info yang menarik nih, pak.

    Komentar oleh Sawali Tuhusetya — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 5:21

  21. betul pak…ini sebuah keprihatinan kita bersama…
    Anak anak sampai punya cara untuk ke warnet ..untuk mengakses hal hal yang tidak seharusnya..kata mereka..”nek..3000 rupiah…durung seruuu…”.saya sedang kelililng kampung kampung,penyuluhan bahaya TV,internet ,dll…kepada ibu ibu dan bapak bapak agar waspada…Saya minta kadang kadang ibu dan bapaknya juga lihat lihat di warnet,persewaan VCD,,biar paham..dan waspada

    Komentar oleh dyahsuminar — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 9:01

  22. boleh-boleh aja disahkan, asal dibatasi.jangan sampe cara berpakaian pun diatur…

    Komentar oleh Ivana — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 9:35

  23. katanya agama dapat mencegah phornograpy.. jadi diperkuat agamanya, kita yang memportal sebagai orang dewasa kali yah.

    *sok tahu mode ON*

    Komentar oleh Rindu — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 10:25

  24. semua juga mesti di imbangi dengan pengetahuan yang cukup, jangan sampe salah memberikan pengetahuan tentang sex secara setengah – setengah yang membuat mereka jadi malah bingung dan penasaran …

    salam kenal

    Komentar oleh adinata — Kamis, Oktober 23, 2008 @ 10:53

  25. Hhmmm, saya setuju sekali dengan mbak Elindasari. Sejauh mungkin mereka dijauhkan dari TV dan dialihkan perhatiannya dengan kegiatan lain. Tetapi diberi kesempatan untuk menonton TV tapi untuk acara anak anak dengan supervisi ortu dan diberi jatah waktu, jangan sampai sehari penuh. Trus komputer juga mesti ditaruh ditempat yang umum seperti ruang tamu atau ruang keluarga, sehingga ortu bisa memantau apa yang mereka lakukan di komputer. Karena kita tidak bisa menjauhkan anak kita dari perkembangan ilmu pengetahuan dan technologi. thanks

    Komentar oleh yulism — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 1:09

  26. perlu pen9awasan& bimbin9an ju9a dr para oran9tua dlm hal tonton menoNton tipi..
    klu dirumah seeh len=bih te9as,ponakan2 dibatasi ju9a nontonnya,untun9na lan99anan salah satu tipi kabel jd mreka nonton&hanya nonton acara khusus anak2,kartun misalnya dan pilem2 anak2 lainnya..

    Komentar oleh wi3nd — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 12:47

  27. Pornografi, pornoaksi,smua bikin para ortu, para guru-guru trutama guru BP bingung….dan pussing…

    Bingung ya…perkembangan dunia informasi slain membawa perubahan yang lbih positif juga membawa ke arah yang lebih negatif….

    Komentar oleh enozone — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 1:14

  28. tak mungkin anak-anak itu dihalangi menontonnya. lebih baik didampingi dan diberi pengertian…

    Komentar oleh kucingkeren — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 4:36

  29. say no to PORNOGRAFI!!!!!
    (^_^)

    Komentar oleh ahsinmuslim — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 5:21

  30. wawaw.. pornografi? wah! SAYA AJA TAKUT ngeliat buku pelajaran, apalagi gambar” gituan! iiiii.. serem

    Komentar oleh Angga :) — Jumat, Oktober 24, 2008 @ 9:11

  31. Mungkin sebaiknya saat nonton TV anak-anak harus didampingi, alhamdulillah aku nggak suka sinetron atau semacamnya, lebih suka nonton kartun atau anime.., alhamdulillah juga belum pernah lihat film seperti itu…

    Komentar oleh redesya — Sabtu, Oktober 25, 2008 @ 8:28

  32. meniru itu yang paling berbaya!
    wekekkekekee!

    Komentar oleh trendy — Sabtu, Oktober 25, 2008 @ 3:47

  33. Pronografi memang agak susah dihentikan, jd saya lebih setuju kalau ada yg bilang bhw tugas utama kita bukan menghentikan pronografi melainkan membekali anak-anak kita dgn ilmu dan kasih sayang :)

    Komentar oleh astrid savitri — Minggu, Oktober 26, 2008 @ 12:37

  34. Stuju!!!!!!!
    Sahkan sekarang juga…

    Komentar oleh Nin — Selasa, Oktober 28, 2008 @ 2:15

  35. Setuju Pakde….Mudah-mudah RUU Pornografi cepat disyahkan…

    Komentar oleh Fashion Plate — Selasa, Oktober 28, 2008 @ 3:44

  36. tanggung jawab yg besar yah? karena tak hanya di rumah, tapi juga di sekolah, di tempat bermain, apalagi oleh teman2 mereka sendiri…
    sependapat dgn acara tv kita itu bukan untuk anak2, bahkan jika acara tersebut berisi pemain anak2. isinya itu loh… mending modal dikit langganan tv kabel
    hemmm … jd mikir … nah loh :D

    Komentar oleh septy — Rabu, Oktober 29, 2008 @ 12:20

  37. hmmm….ada tips lain ga gmn caranya supaya sang anak bisa kita awasi terus, secara sekarang teknologi dh maju, g mungkin kan kita larang dy internetan, punya hp dll :D

    Komentar oleh ai — Kamis, Oktober 30, 2008 @ 11:41

  38. seandainya ada palu jarak jauh, pingin rasanya nuthuk palu di DPR tentang RUU Pornografi, tinggal nuthuk saja kok repot, ndang disetujoni, kasihan anak-anak kita dan terutama diri kita ini, diri bangsa ini …

    Komentar oleh wahyubmw — Jumat, Oktober 31, 2008 @ 11:06

  39. semua kembali ke pelaku, khususnya yang ada di bagian penyiaran & acara. Mau dibuat 1000 Undang2, ora wurung digoleki celah2e…
    Jadi…
    Menurut saya, RUU bukan solusi kecuali cuman bikin padu.
    Jalankan aja KUHP…
    Yang ribut2 juga belon tentu tau pasal2 KUHP. Di sana lengkape pol…

    Komentar oleh marsudiyanto — Jumat, Oktober 31, 2008 @ 1:51

  40. Sudah disahkan.. Kemaren. 2 fraksi w.o.
    Soal kuhp, haha..itu kan core-nya dari penjajah, mana peduli mereka dgn masa depan ‘anak2 inlander’..

    Komentar oleh ariefdj™ — Jumat, Oktober 31, 2008 @ 10:16

  41. untung uu nya udah disahkan ya pak …

    Komentar oleh Muda Bentara — Minggu, Nopember 2, 2008 @ 5:07

  42. [...] Komentar di Dampak Pornografi Bagi Perkembangan Anak oleh septy tanggung jawab yg besar yah? karena tak hanya di rumah, tapi juga di sekolah, di tempat bermain, apalagi oleh teman2 mereka sendiri… sependapat dgn acara tv kita itu bukan untuk anak2, bahkan jika acara tersebut berisi pemain anak2. isinya itu loh… mending modal dikit langganan tv kabel hemmm … jd mikir … nah loh [...]

    Ping balik oleh Komentar di Suhu (SEKOLAH SETARA MADRASAH ALIYAH) Panas Jelang Pilkada Sumsel 2008 oleh Indr@_pgri. — Rabu, Nopember 5, 2008 @ 6:00

  43. care 2 xchange links with my
    funny humor
    blog? I’ve put ur link in my blog.if u dont mind, can u put “funny humor” as my name in ur blog?Thx

    Komentar oleh funny humor — Jumat, Nopember 7, 2008 @ 2:14

  44. Para pembaca menunggu-nunggu tulisan terbaru, hehehe

    Komentar oleh Andy MSE — Sabtu, Nopember 8, 2008 @ 5:11

  45. peran orang tua adalah mutlak ada dalam kasus ini. Serta jangan lupa cari tahu juga, dengan siapa anak kita bergaul!!

    Komentar oleh mahabbahtedja — Minggu, Nopember 9, 2008 @ 5:20

  46. Artikel yang sangat menarik.
    saya mengajak anda semua untuk berpikir positif….(Husnuzon)
    Kunjungi http://www.hibahbca.co.cc
    baca dan analisa dengan seksama, jangan ambil keputusan sebelum memahaminya dengan baik, dan jangan memberikan komentar sebelum Anda benar benar paham. Semoga program ini dapat dijadikan salah satu alternatif membangun kekuatan ekonomi umat.
    Think Positive !!!!

    Komentar oleh quantumeconomics — Rabu, Nopember 12, 2008 @ 8:28

  47. penulis2 warnaislam memang top beneran
    tulisannya selalu menyentuh
    dan enak dibaca

    semoga Indonesia Emas 2020 bisa lebih cepat terjadi
    amin

    salam

    Komentar oleh eshape — Sabtu, Desember 20, 2008 @ 7:40

  48. hmmm… orang tua harus pro aktif… komunikasi dengan anak tuh… ortu jgn terlalu sibuk juga… njuk, dorong anaknya utk aktif kegiatan di skul (ex=osis dll)… kayany bisa sdikit mengurangi kmungkinanya tuh… biasanya kan pornografi berawal dari kurangnya perhatian dan banyaknya waktu luang…

    Komentar oleh freztstep — Minggu, Januari 11, 2009 @ 4:47

  49. boycott tv, blok situs porno (yg mendekati jg harus), ajarin anak agama yg bener, kasih hukuman kalo ngeyel… hukum para aktor,bos,produsen,distributor,kontributor pornografi&pornoaksi…

    kalo pornografi itu masalah privasi & gak harus ada undang2, kenapa juga harus ada undang2 narkotika, lalu-lintas, minuman keras, judi,dll toh itu semua jg urusan privasi, yg rugi si pelaku sendiri ya kaan???
    tapi jangan dangkal bung, dari urusan privasi bisa jadi bencana publik!! sekali lagi mikir dong wahai anda2 yg menolak aturan2, toh aturan dibuat utk kebaikan kita jg apalagi aturan dari Allah SWT….

    Komentar oleh simply idea — Rabu, April 8, 2009 @ 8:56


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.