Sekedar Mengenang, mudah-mudahan tidak terulang…
Kamis, September 18, 2008
Duka Pasuruhan
Tentang bapakethufail
Mempunyai satu istri dan empat orang anak.
Bekerja di instansi pemerintah tepatnya di Depkeu
Ingin belajar untuk jujur.... minimal kepada NYA
Hobi membaca (apa saja)
Tampilkan semua tulisan oleh bapakethufail
This entry was posted on Kamis, September 18th, 2008 at 10:35 and tagged with dukpasuruhan, mengenang, terulang and posted in photo. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
18 Tanggapan to “Duka Pasuruhan”
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Halaman
Pribadi
Arsip
Kategori
-
Yang Terbaru
-
Kata Mereka
Inspirasi
Media
Sekolah
Silaturahiman
- abu musaddad
- achoey sang khilaf
- ahmad sholeh
- ahsinmuslim
- ai
- alabahy
- Alim Fanani
- Amni Khalim
- Andhy Joelianto
- andymse
- anggavantyo
- ardyansah
- ariefdj™
- astridsavitri
- Auliaziz
- awan965
- Ayub
- azaxs
- banNyu
- bayu200687
- blogmas
- bunoor
- Catatan Kecik
- Cebong
- Chic
- Deafiyanti
- Doni Riadi
- dyahsuminar
- Elindasari
- elyswelt
- falla
- gadis rantau
- gelandangan
- Goenawan Muhammad
- GusKun.Com,berbagi dan berusaha
- Hakim
- hakimaza
- Hasanudin
- hidupsehat
- Isma Kazee
- jurmansyah
- Keboen’s Pingkan
- kucingkeren
- Lentera Hati
- limpo50
- lubyz
- Lyla
- Mahesa Jenar
- marsudiyanto
- max
- mikekono
- mudabentara
- Mufti Arkan
- myryani
- Namakuananda
- Nandien
- nenyok
- Nin
- odie
- ovvy
- pakde
- Panduan
- Parenting Islami
- Pitutur
- Ple-Q
- Puisi
- rahadian
- redesya
- rhadhia
- rindu
- rizko
- rohyana
- Rudra
- sarahtidaksendiri
- Sawali Tuhusetya
- septy
- tiex
- tifandhaluhzan
- TRENdi
- Trendy
- Wahyu TM
- Wahyuy
- wennyaulia
- wi3nd
- Wulankoe
- yb2ecg
- yessymuchtar
- yulism
Sosial
Wisata
-
Jejak Langkah
- 37,174 tapak






September 18th, 2008 at 11:33
Apa yang terlihat dari wajah sang pemberi zakat disaat calon penerima meluber ? ceria dan senyum lebar ? Lantas bagaimana pula raut mukanya disaat korban berjatuhan ….. masihkah tersenyum ….
September 19th, 2008 at 1:09
coba lihat objek fotonya..semua perempuan..kemana para lelaki??
September 19th, 2008 at 1:38
Innalillah…ironi, wakil rakyat kelebihan segalanya, rakyatnya melarat, kan krn melarat ya org2 mati2an begini. Oh Tuhan..
salam kenal mas, makasih sudah mampir ya
September 19th, 2008 at 3:34
yang saya sayangkan dari kejadiaan ini adalah peran dari wartawan. knp masih sempat2nya ngambil gambar sedangkan di tengah kerumunan banyak nyawa yg terancam
hati nurani wartawan dimana yah
September 19th, 2008 at 3:39
nurani wartawan ? wah.. mana punya… eh..mungkin sebagian wartawan ada yg punya nurani, tapi jumlahnya sepertinya nggak banyak deh..
iya nih, korbannya koq perempuan semua ? jangan2, zakat-nya itu emang utk para wanula ya ?..
September 19th, 2008 at 4:04
semoga si pemberi zakat sadar dan mulai percaya untuk menitipkan sebagian hartanya baznas atau lembaga pengelola zakat lainnya. Selain untuk menghindari korban juga menghindari sifat riya
naudzubilahi min dzalik
September 19th, 2008 at 4:11
mau dapet pahala malah dapet dosa!
September 19th, 2008 at 4:15
Tak perlu mencari siapa yang salah…
Tapi itu adalah sebuah pembelajaran bagi negeri ini yang masih jauh tertinggal
jangan salahkan wartawan,..
Tp ketika saya liat ditelevisi, banyak wartawan yang nolong para ibu dan anak-anak keluar dari kerumuman..
September 19th, 2008 at 5:36
Dari tragedi ini, memang kita harus memperoleh pembelajaran. Menurut saya mencari letak kesalahan (bukan ‘siapa yang salah’) adalah perlu, bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki kalau tidak tahu salahnya dimana?
Mengenai korban (dan pengantri zakat) yang semuanya perempuan, saya lihat liputan di Metroteve, karena pemberian zakat ini diumumkan lewat radio dan disebutkan bahwa zakat diberikan kepada wanita, diutamakan ibu rumah tangga.
Saat ini sudah banyak badan amil zakat yang akan mengelola zakat kita dengan baik. Mereka punya program yang terpadu, dan tahu betul siapa yang berhak menerima zakat kita. Alangkah baiknya kalau zakat kita diserahkan kepada badan-badan ini.
September 19th, 2008 at 11:37
Turut berduka atas tragedi Pasuruan. semoga sodara2 kita yang meninggal dalam tragedi itu amalnya diterima Allah SWT, dan dosa2nya di ampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, amin.
Harapan saya, tragedi ini menjadi pelajaran buat kita, terutama pemerintah supaya berpikir bagaimana mengelola zakat dari masyarakat lebih optimal tanpa harus menelan korban.
September 21st, 2008 at 6:41
[...] Innalillah…ironi, wakil rakyat kelebihan segalanya, rakyatnya melarat, kan krn melarat ya org2 mati2an begini. Oh Tuhan.. salam kenal mas, makasih sudah mampir ya Nomor Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBA… [...]
September 22nd, 2008 at 1:32
Ya..Mudah-mudahan tidak terulang lagi. Salam kenal juga pak…
September 22nd, 2008 at 2:43
kita tidak perlu menyalahkan siapapun. yang terjadi adalah peringatan untuk kita semua. memberi zakat, bukan menasbihkan seseorang menjadi lebih baik dari penerima zakat. zakat sendiri punya makna berbagi, ada hak mereka diantara rejeki yang kita miliki. bukankah untuk berzakat pun kita harus bertanya terlebih dahulu, apakah calon penerima bersedia menerima.
hei…kemana sih manusia2 yang mengaku dirinya ustad? dimana peran mereka? alangkah lebih tragisnya dari kejadian di pasuruan itu, tatkala mui setempat mengatakan itu haram…apakah sedangkal itu?apakah semudah itu? dimana mereka? kemana mereka dalam pemberian pemahaman?
masih kah tidak malu, menggelari diri sendiri dengan ustad, kiayi, nyai…atau apalah…whatever….!
September 22nd, 2008 at 4:29
itu duka kita bersama obat
September 23rd, 2008 at 1:18
Sebuah reality show keikhlasan hati yang berlebihan.
September 23rd, 2008 at 2:36
ini peringatan untuk bersama, ini adalah tugas bersama agak tidak akan terjadi lagi kedepannya.
Bukan hanya untuk si miskin tapi juga untuk si kaya..bahwa banyak cara yang lebih mulia ..dari pada apa yang di lakukan dengan memberi uang apa adanya.
September 24th, 2008 at 12:48
semoga lain kali hal seperti ini tak terjadi lagi pak …
Oktober 22nd, 2008 at 8:34
ga menyangka sebegini nelangsanya ratyat indonesia, kadang yang berkecukupan ngaku susah, yang susah tambah susah, yang kaya tutup mata, ah…emang harus dari kesadaran diri masing2 deh