Sebuah realita di negeri ini, bahwasanya banyak diantara kita sering LARI dari apa yang seharusnya kita hadapi. Seorang anak yang lari ketika dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang di perbuatnya disalah satu postingan blog Sekolah Alam Arridho menjadi pelajaran dan inspirasi tersendiri. lebih lengkapnya KLIK DISINI , mudah-mudahan memberi manfaat minimal pelajaran dan renungan bagi kita
Kamis, Agustus 21, 2008...1:59
Kenapa Harus Lari
Lompat ke Komentar
& Komentar
Kamis, Agustus 21, 2008 pukul 5:12
kebelet pipis mungkin tuh orang!
menuju TKP!
Jumat, Agustus 22, 2008 pukul 2:24
lempar batu sembunyi tangan…
Jumat, Agustus 22, 2008 pukul 2:27
..karena, sejak kecil kita tidak dilatih utk bertanggung jawab.. Ingat lah saat masih balita dulu, ketika jatuh akibat terkena pinggiran meja atau benda lain, kemudian menangis, siapa yang disalahkan ? Ingat lah saat rebutan maenan dgn sodara2nya dulu, kemudian nangis, yg disalahkan siapa ? .. hehe..
Jumat, Agustus 22, 2008 pukul 3:44
Dari sejak dini kita sdh dikenalkan dg kambing item. Begitu gede kambing itemnya takdir ama setan. Malas solat, setan disalahkan, diruqyah. Miskin, takdir disalahkan. Bodo, setan disalahkan. Gak dapet2 jodoh, takdir disalahkan. Diri sendiri gak pernah salah.
Senin, Agustus 25, 2008 pukul 9:52
: trendy
kebelet ngumpet yang jelas mas
:kucingkeren
he he he kayak lempar cakram aja mas
:ariefdj
kalau ngutip bukunya fauzil adim…..>>>> dari semenjak anak kita sudah mencoba mengajarkan untuk mencari kambing hitam, misalnya anak jatuh yang disalahkan pasti kodok. “Kodoknya nakal ya dik”….
:Mbah Dipo
ya itu mbah kodok gak tahu apa-apa di salahin….. slahnya kodok (judul bukunya fuzil adhim). lha kalau gusti Allah sing di salahke malah wis kebangeten tenan iku mbah