Bapakethufail’s Weblog

Rabu, Agustus 13, 2008

Kekerasan Terhadap Anak

Diarsipkan di bawah: Pendidikan — Tag:, , , , , , , , , — bapakethufail @ 11:47

780.000 Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Sekolah

Purworejo, CyberNews. Tradisi bullying (gencet-gencetan) merupakan masalah yang telah membudaya dan menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Data yang dimiliki Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tercatat, 780.000 kekerasan terhadap anak terjadi di sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Riana Mashar MSi PSi Psikolog UMM pada seminar nasional “Tindak Kekerasan (Bullying) di Sekolah” yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Rabu (13/8)

“Yang lebih memperihatinkan, bullying nyaris sudah terjadi di banyak sekolah selama bertahun-tahun. Kasus bunuh diri yang dialami beberapa siswa sekolah sebagian diakibatkan adanya bullying yang dialami anak. Fakta ini jelas memperihatinkan. Karena dampaknya sangat luar biasa terutama bagi korban,” ujar Riana.

Menurut Riana, ada dua faktor penyebab bullying, yakni kepribadian dan situasional. Faktor kerpibadian terjadi karena pengaruh dari pola asuh orang tua terhadap anak. Pola asuh yang otoriter terbukti mengakibatkan anak memiliki peluang menjadi pelaku bullying.

“Tayangan sinetron juga membentuk skema kognitif pada anak yang mengakibatkan mereka cenderung menjadi pelaku bullying. Cirinya anak memiliki kecendrungan motif dasar agresivitas, resa rendah diri yang berlebihan, dan kecemasan,” ujarnya.

Sedang faktor situasional, sebagai anak remaja mereka berkecenderungan untuk mengikuti perilaku kelompok di lingkungannya. Apalagi jika di sekolah nyata-nyata memiliki tradisi bullying, maka tradisi tersebut akan menurun terus kepada yuniornya.

Menurut Riana, upaya yang harus dilakukan untuk mengubah si penindas menjadi teman harus dimulai dari sekolah. Sekolah yang ‘mengerikan’ harus bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Di sini guru berperan penting untuk menciptakan suasana tersebut.

“Sebaliknya, jika sekolah sudah melakukan upaya menghapus bullying, orang tua juga mesti mengimbangi dengan memberikan pendidikan yang baik di rumah. Jangan sampai di sekolah sudah dididik dengan benar, di rumah mendapat perlakukan keras dari orang tua,” imbuhnya.

(Nur Kholiq /CN05)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=11616

6 Komentar »

  1. saya juga sering menjadi korban kekerasan di sekolah!
    waktu itu ketauan minggat.langsung dah kena gampar!
    wkekekekekeke!

    Komentar oleh trendy — Rabu, Agustus 13, 2008 @ 6:53

  2. saya ngga pernah jadi korban kekerasan ni,hehehe.soalnya saya kebetulan bergaul sama teman-teman yang muka dan badannya nyeremin (padahal baik hati,hehehe..) jadi aman.
    Tapi, saya setuju kok soal peran orang tua untuk mendidik anaknya agar ngga terjadi lagi kekerasan…

    Komentar oleh Ivana — Rabu, Agustus 13, 2008 @ 8:07

  3. afwan, baru sempet ol…
    iya bro… gpp…
    mereka dah pulang, kok…
    ^_^

    Komentar oleh doni — Kamis, Agustus 14, 2008 @ 2:39

  4. Wah, blog khusus pemerhati dunia anak ya, great!

    Tadi pagi di tvOne dibahas pengaruh game pada kepribadian anak, serem juga sih.

    O iya pak, untuk ayatnya, variabel C dapat diubah-ubah untuk menyesuaikan lebarnya. Juga parameter lain untuk menyamakan dengan tampilan :)

    Salam kenal.

    Komentar oleh Aryo Sanjaya — Kamis, Agustus 14, 2008 @ 10:40

  5. anak-anak padahal tak sadar dikerasi.. org macam apa yg punya hati semena2 pada anak2 itu..

    Komentar oleh kucingkeren — Selasa, Agustus 19, 2008 @ 5:15

  6. pagi juga pak imam.

    iya pak…bulliying psikis , alias secara emosional juga memprihatinkan pak..seperti : mengisolasi, memusuhi, mengejek…dsb… yang ini banyak, tapi tak tersentuh ‘hukum’ pak…

    Komentar oleh sekolahalamarridho — Rabu, Agustus 20, 2008 @ 8:05


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.