Kekerasan Terhadap Anak

780.000 Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Sekolah

Purworejo, CyberNews. Tradisi bullying (gencet-gencetan) merupakan masalah yang telah membudaya dan menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Data yang dimiliki Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tercatat, 780.000 kekerasan terhadap anak terjadi di sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Riana Mashar MSi PSi Psikolog UMM pada seminar nasional “Tindak Kekerasan (Bullying) di Sekolah” yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Rabu (13/8)

“Yang lebih memperihatinkan, bullying nyaris sudah terjadi di banyak sekolah selama bertahun-tahun. Kasus bunuh diri yang dialami beberapa siswa sekolah sebagian diakibatkan adanya bullying yang dialami anak. Fakta ini jelas memperihatinkan. Karena dampaknya sangat luar biasa terutama bagi korban,” ujar Riana.

Menurut Riana, ada dua faktor penyebab bullying, yakni kepribadian dan situasional. Faktor kerpibadian terjadi karena pengaruh dari pola asuh orang tua terhadap anak. Pola asuh yang otoriter terbukti mengakibatkan anak memiliki peluang menjadi pelaku bullying.

“Tayangan sinetron juga membentuk skema kognitif pada anak yang mengakibatkan mereka cenderung menjadi pelaku bullying. Cirinya anak memiliki kecendrungan motif dasar agresivitas, resa rendah diri yang berlebihan, dan kecemasan,” ujarnya.

Sedang faktor situasional, sebagai anak remaja mereka berkecenderungan untuk mengikuti perilaku kelompok di lingkungannya. Apalagi jika di sekolah nyata-nyata memiliki tradisi bullying, maka tradisi tersebut akan menurun terus kepada yuniornya.

Menurut Riana, upaya yang harus dilakukan untuk mengubah si penindas menjadi teman harus dimulai dari sekolah. Sekolah yang ‘mengerikan’ harus bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Di sini guru berperan penting untuk menciptakan suasana tersebut.

“Sebaliknya, jika sekolah sudah melakukan upaya menghapus bullying, orang tua juga mesti mengimbangi dengan memberikan pendidikan yang baik di rumah. Jangan sampai di sekolah sudah dididik dengan benar, di rumah mendapat perlakukan keras dari orang tua,” imbuhnya.

(Nur Kholiq /CN05)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=11616

About these ads

Tentang bapakethufail

Mempunyai satu istri dan empat orang anak. Bekerja di instansi pemerintah tepatnya di Depkeu Ingin belajar untuk jujur.... minimal kepada NYA Hobi membaca (apa saja) Lihat semua tulisan milik bapakethufail

7 responses to “Kekerasan Terhadap Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: