Bapakethufail’s Weblog

Jumat, Mei 9, 2008

KUKIRA KUBERADA DI DALAM MASJID

Diarsipkan di bawah: Ketika Harus Jujur — Tag:, , — bapakethufail @ 8:27

Kukira kuberada di dalam masjid

Sehingga Engkau mendengar begitu jelas

Tentang hidup yang kujalankan

Tentang makan yang telah kutelan

Tentang minum yang begitu nikmat kuteguk

Kukira ku berada di masjid

Sehingga pertobatan ini dengan mudah Engkau terima

Akan kesalahan silam yang kadang sedikit masih kujalankan

Akan lingkungan yang tak bisa kuucapkan

Kukira kuberada di masjid

Namun rupanya ada dibelantara

Yang tak jelas arah anginnya

Yang tak jelas siang dan malamnya

Yang tak jelas ujung akhir perjalanannya

Kukira kuberada di dalam masjid

Sehingga di sekitarku adalah orang-orang yang sedang mengagungkanMu

Dan para makmum yang sedang bersujud padaMu

Yang pasrah akan hidup dan matinya hanya padaMu

Kukira kuberada di dalam masjid

Rupanya hanya sajadah kecil yang sudah koyak

Dan dekil karena debu

yang selalu kubersihkan dalam sujud-sujudku

Kukira kuberada di dalam masjid

Rupanya hanya sebuah suarau kecil yang tak lagi kokoh tiangnya

Dan bocor atap-atapnya

yang ku sangga dan kutambal dalam doa-doa

5 Komentar »

  1. hm….to the point. tanpa metafora yang rumit, langsung menuju sasaran tembak. ada roh Taufiq Ismail kayaknya….teruske dab..

    Komentar oleh Kang Hasan — Jumat, Mei 9, 2008 @ 9:21

  2. makasih kang….
    Taufiq Ismail????? ya kang hasan sangat tidak salah
    karena aku adalah salah satu pengagumnya….
    akhirnya “roh dan jiwanya” yang coba aku dekati

    Komentar oleh bapakethufail — Jumat, Mei 9, 2008 @ 9:52

  3. mas imam…. boleh juga tuh aku ikut belajar bkin blog….

    Komentar oleh pipitsenja — Senin, Mei 12, 2008 @ 12:33

  4. Kukira kuberada dalam masjid..
    Rupanya ku terlelap di berandanya,
    Terhitung doa yang kurangkai..
    Sedikit dzikir yang kuderai..
    tak cukup buat singkirkan gemeletak kakiku
    meski cuma sampai sebatas pintu

    Komentar oleh andhy_joel — Senin, Mei 12, 2008 @ 6:13

  5. om andhy….
    seandainya dipintu pun adalah Alloh memberi keridhoan
    cukuplah, karena ridhoNya adalah rahmat kita

    Komentar oleh bapakethufail — Senin, Mei 12, 2008 @ 6:20


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.